PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kota Pekanbaru mengalami deflasi sebesar 0,11 persen sepanjang periode Juni 2025.
Artinya, dalam enam bulan terakhir, selama empat bulan secara berturut-turut sepanjang tahun 2025, Pekanbaru mengalami deflasi ekonomi.
Itu terungkap dalam Rapat Rilis inflasi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekanbaru yang dilaksanakan Selasa (1/7/2025) siang tadi di ruang rapat Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru.
Dalam penjelasannya, kepala BPS Pekanbaru, Khairunnas mengungkapkan pada bulan Juni ini, Kota Pekanbaru mengalami deflasi.
''Untuk inflasi bulan ke bulan (juni 2025 terhadap Mei 2025) sebesar -0,11 persen. Untuk inflasi tahun kalender (Juni 2025 terhadap Desember 2024) sebesar 1,47 persen serta inflasi tahun ke tahun (Juni 2025 terhadap Juni 2024 sebesar 1,08 persen,''ungkap Khairunnas dalam rapat yang dipimpin Asisten II Sekdako Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut.
''Adapun indeks harga konsumen (IHK periode Juni senesar 107,99 atau turun dibandingkan periode Mei, dimana IHK tercatat 108,11 ,'' imbuh dia.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi di Kota Pekanbaru disebabkan oleh beberapa komoditas, masing-masing angkutan udara (0,07), jengkol (0,05), emas perhiasan (0,03), petai (0,02) serta buncis (0,02).
Adapun deflasi disumbang oleh komoditas cabai merah (-0,22), Daging Ayam ras (-0,03), ayam hidup (-0,03), telur ayam (-0.03) serta bawang putih (0.03).
Pada komoditas pangan, harga jengkol, petai, buncis, ketimun dan beberapa lainnya menjadi penyumbng inflasi.
Adapun untuk deflasi, pada komoditas pangan sumbangan terbesar berasal dari cabai merah yang harganya sedang anjlok, hingga titik terendah dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh BPS, dalam enam bulan sepanjang tahun 2025, komoditas cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras telah mengalami deflasi dan deflasi sebanyak tiga kali.
Sementara itu, secara year on year, penyumbang utama inflasi pada bulan Juni berasal dari tiga kelompok pengeluaran, yakni masing-masing Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil sebesar 0,80 persen yang berasal dari emas perhiasan.
Kemudian kelompok penyediaan makanand an minuman / restoran yang menyumbang andil sebesar 0,44 persen dengan komoditas penyumbang utama inflasi berupa nasi dan lauk pauk.
Terakhir adalah kelompok transportasi dengan andil 0,19 persen dengan komoditas utama penyumbang inflasi adalah harga tiket pesawat terbang.
Sementara itu, sebagai perbandingan antar wilayah, angka inflasi antar daerah di Riau sepanjang Juni 2025, Kampar mencatatkan angka deflasi terdalam sebesar 0,46 persen, disusul Tembilahan sebesar 0,19 persen, Pekanbaru 0,11 persen serta Dumai 0,08 persen. Adapun provinsi Riau, dengan rata-rata angka deflasi sebesar 0.22 persen.
Ikut hadir dalam rapat rilis inflasi tingkat Kota Pekanbaru di antaranya: Staf Ahli Wali Kota Mahyuddin, Kadis Pertanian Firdaus, Plh. Kadis Perindah Harry Pratama, Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan DKP Pekanbaru Jasrul.(R06)