PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kota Pekanbaru kembali mengalami deflasi pada bulan Juni 2025 lalu. Dan salah satu penyumbang kondisi tersebut adalah komoditas cabai merah.
Harga cabai merah dilaporkan anjlok hingga level terendah sepanjang beberapa bulan terakhir. Bahkan, pada hari ini, Selasa (1/7/2025), tercatat harga cabai merah hanya berkisar Rp19.000 per kilogram.
Kondisi ini tentunya bukan kabar yang menggembirakan bagi kalangan petani cabai, termasuk yang berada di Kota Pekanbaru.
''Kalau harga sekarang Rp19.000 per kilogram, sementara modal Rp22..000, artinya saat ini petani kita bukannya untung, tapi malah merugi,'' ungkap Kadis Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru Firdaus.
Dia menyebutkan, meskipun Kota Pekanbaru bukan daerah sentra pertanian penghasil cabai, namun, kondisi harga yang sedang hancur ini tetap berimbas kepada para petani cabai yang ada di Kota Pekanbaru.
''Kita juga punya petani cabai, saat ini memang sedang musim panen, hingga akhir Juli nanti. Kalau harga di pasar Rp19.000, mereka jangankan dapat untung, rugi iya,'' jelas Firdaus.
Firdaus menjelaskan, setidaknya, saat ini masih ada kelompok tani yang menanam cabai di Pekanbaru, dengan perkiraan produksi berkisar 4 ton.
''Memang angkanya tidak besar. Tapi, mereka menyumbang pasokan ketersediaan cabai di Pekanbaru selain cabai yang datang dari luar Pekanbaru,'' jelas dia.
Firdaus sendiri berharap ada solusi yang bisa membantu agar petani tidak sampai merugi terlalu besar.
Meresponi ini, Asisten II Sekdako Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhud mengaku perlu ada solusi untuk membantu para petani.
''Situasi deflasi ini, tentunya bukan nilai ideal yang ingin kita capai, walaupun harga di tingkat pembeli turun, namun di tingkat petani, ini tidak menguntungkan,'' ungkap Ingot.
Dia juga mengeskalasi kemungkinan lonjakan pasca turunnya harga cabai merah saat ini.
''Situasi ini juga perlu langkah-langkah antisipasi, dengan harapan, jangan sampai mempengaruhi terhadap minat petani menanam cabai merah hingga beberapa bulan ke depan,'' harap Ingot.
''Ke depan kita masih akan dihadapkan dengan kondisi momen akhir tahun dan hari besar keagamaan, dimana ada kecenderungan harga komoditas pangan seperti cabai bisa naik. Kita harapkan langkah ini bisa menyelamatkan petani, sehingga tetap termotivasi dalam nenanam cabai merah. Yang kita khawatirkan mereka tidak termotivasi untuk menanam, sangat mungkin harga cabai melonjak menjelang akhir tahun,'' jelas dia.
Sementara itu, staf Ahli Wali Kota Pekanbaru, Mahyuddin menawarkan solusi untuk menawarkan cabai merah hasil petani lokal kepada pegawai di lingkup Pemko Pekanbaru.
''Kita beli sesuai harga pasar, sehingga harga jual mereka tidak terlalu tertekan oleh tengkulak atau pengepul, itu solusi awal, sehingga tidak terlalu merugi,'' kata Mahyuddin.
Dia pun berharap dilakukan mapping terlebih dahulu terhadap potensi produksi dan pegawai yang berminat membeli.(R06)