PD Riau Pangan Bertuah Launching Topan dan Beras Selembayung

Selasa, 08 Juli 2025 | 13:29:54 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Perusahaan Daerah anak usaha Riau Petrolium, Riau Pangan Bertuah (RPB) membuat gebrakan baru dengan menghadirkan Toko Pengendalian Inflasi Pangan (Topan) di Jalan Melati, Kecamatan Binawidya, Pekanbaru, Selasa (8/7/2025).

Grand Opening beroperasinya Topan dilakukan Kepala Dinas Perindag Riau Taufik OH, Asdatun Kejati Riau Furkonsyah Lubis, Deputi Kepala BI Riau Sudiro Pambudi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Pekanbaru H. Maisisco juga beberapa stake holder lainnya.

Kadis Perindag Riau, Taufik OH, dalam sambutannya mengungkapkan pendirian Topan ini sudah sesuai dengan apa yang menjadi keinginan dan harapan dan Pemprov Riau.

Topan ini, bukan cuma sebatas toko, tapi dia juga menjadi simbol dari komitmen Pemprov Riaudalam menciptakan stabilitas harga pangan, menjamin stabilitas pangan untuk masyarakat dan memperjuangkan kehidupan yang layak bagi petani.

Riau, sebut Taufik masih tergolong sebagai daerah konsumer, dimana komoditas pangan seperti beras, sayuran, buah dan daging masih didatangkan dari luar daerah. Situasi ini, lanjut dia, menyebabkan harga komoditas menjadi bukan saja sulit untuk dikendalikan, namun juga berpotensi menimbulkan kerentanan terhadap pasokan dan distribusi.

Hal tersebutlah, yang sebut Taufik, menjadikan pemerintah saat ini  berupaya untuk keluar dari jebakan situasi tersebut dan mulai membangun kemandirian pangan daerah.

Melalui Riau Pangan Bertuah (RPB), diharapkan, kehadirannya tidak hanya menjadi penyedia bahan kebutuhan pokok, namun juga membangun rantai pasok pangan yang kuat dan berpihak pada petani.

Dia juga menyebutkan, pada Juni 2025 lalu, angka inflasi Riau -0,98 persen, turun dari bulan sebelumnya, 2,14 persen. Namun, situasi tersebut tidak boleh membuat lengah, karena, harga beberapa komoditas pangan strategis masih belum bisa terkendali.

Sebut saja, harga beras premium yang masih berada di harga Rp16.800 per kilogram, beras medium 14.600 per kilogram, minyak goreng Rp17.000 per liter dan gula pasir Rp18.000 per kilogram.

Kondisi ini, sebut sebut Taufik, mengartikan bahwa kondisi stabilitas harga pangan belum baik-baik saja. Dan ini menjadi tantangan.

Terutama, jelas Taufik adalah pada daerah-daerah jauh, seperti Kepulauan Meranti, Bengkalis, Rokan Hilir, yang mana harga komoditas pangannya masih jauh lebih tinggi.

Karena itulah, dia berharap keberadaan RPB ini tidak hanya di perkotaan saja, namun juga bisa menjangkau hingga daerah-daerah yang jauh tersebut.

Apresiasi juga disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Sudiro Pambudi. Dia menyebutkan, sangat mendukung kehadiran Topan ini.

Menurut Sudiro, ini adalah bentuk dari langkah konkret yang dilakukan Pemerintah Provinsi Riau dalam upaya memastikan ketersediaan pangan untuk masyarakat maupun untuk mendukung pengendalian inflasi.

Diakui Sudiro, memang, saat ini, angka inflasi Riau masih relatif terkendali. Bahkan, jauh di bawah standar kewajaran yang ditetapkan pemerintah, yakni 2,5 plus minus 1.

Namun demikian, kehadiran dari Topan ini menjadi salah satu solusi jangka panjang yang diharapkan bisa menjawab tantangan yang berkaitan dengan pangan ini. Terutama untuk daerah-daerah yang jauh dari akss pangan.

Karena itulah, sebut Sudiro, Bank Indonesia sepakat kalau Topan ini tidak hanya ada di pusat kota, namun juga  di daerah-daerah lainnya seperti di Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Rokan Hilir, termasuk 4 daerah di Riau yang jadi standar indeks inflasi seperti  Pekanbaru, Kampar, Inhil dan Kota Dumai.

Sementara itu, Direktur PT RPB Ade Putra Daulay menyebutkan, kehadiran RPB merupakan amanah dari Gubernur Riau dalam upaya mengambil langkah strategis dalam mendukung ketersediaan pangan dan pengendalian inflasi daerah khususnya di empat kebupaten dan kota di Riau, yakni Pekanbaru, Kampar, Inhil dan Dumai.

Topan ini, jelas Ade, merupakan salah satu dari perwujudan dari inisiasi tersebut.

Toko ini, sebut Ade, disediakan dengan faslitas terbaik,sama dengan swalayan, namun dengan harga yang jauh lebih murah.

''Ya, ibaratnya, Topan ini, pelayanannya bintang lima, fasilitas  bintang lima, tapi harganya kaki lima,'' ungkap dia.

''Di sini, warga bisa berbelanja dengan nyaman, ada AC, ada wifi, juga ada tempat duduk untuk santai. Dengan infrastruktur yang ada, tidak ada lagi alasan kita tidak bisa bersaing dengan pasar terbuka,''kata dia.

Dan ini, sebut dia, menjadi instrumen bagi Pemprov Riau dalam pengendalian inflasi pangan, karena, untuk komoditas pangan, harganya lebih murah pada beberapa komoditas.

Selain Topan, RPB juga akan melakukan kegiatan operasi pasar murah dengan melakukan keliling dari desa ke desa, kelurahan ke kelurahan juga kecamatan dengan tanpa subsidi.

''Jadi kita tidak mendapatkan subsidi, tapi kita mengurangi keuntungan dari masing-masing komoditas dan harga yang diberikan tetap di bawah pasar,'' ungkap Ade.

Pada kesempatan tersebut, selain grand opening, juga dilakukan penandatanganan MoU antara RPB dengan Kejati Riau dalam bentuk pengawasan kegiatan, juga MoU dengan 4 koperasi merah putih di 4 kabupaten kota di Riau dan peluncuran beras lokal Selembayung.(R04)
 

Terkini