DKP Presentasi Mobil Pangan Keliling AMAN di Ajang Inovasi Daerah

Rabu, 16 Juli 2025 | 14:12:07 WIB
Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan DKP Pekanbaru Dinal Husna memberikan presentasi dihadapan tim juri Penilaian Inovasi Daerah Kota Pekanbaru di Bioskop Mina Dispusip Pekanbaru, Rabu (16/7/2025).

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru melakukan presentasi dalam rangka penilaian Inovasi Daerah Kota Pekanbaru tahun 2025.

Pada tahun ini, DKP menghadirkan layanan Mobil PAK AMAN (Pangan Keliling Andalan, Murah dan Amanah) sebagai salah satu inovasi baru dalam memberikan kemudahan kepada masyarakat mendapatkan pangan yang murah, aman dan berkualitas.

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Dinal Husna yang menyajikan presentasi mengungkapkan awal dari program ini dimulai pada tahun 2023, dengan nama PAK IWAN atau (Mobil Pangan Keliling Tuntaskan Inflasi dan Rawan Pangan).

Targetnya adalah menjangkau daerah yang dalam kondisi rentan rawan pangan. Berdasarkan Peta Food Security and Vulnerability Atlas/Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA).

Pada saat itu, selain dalam rangka pengendalian inflasi, kegiatan mobil pangan keliling ini juga ditujukan untuk mendekatkan masyarakat di daerah rentan rawan pangan itu kepada bahan pangan strategis.

''Alhamdulillah, dengan kehadiran mobil PAK AMAN ini, banyak masyarakat terbantu. Setiap kali turun ke wilayah-wilayah pelosok, dengan menghadirkan 2 ton bahan pangan, ada tak kurang dari 150-200 warga yang memanfaatkan momen itu untuk berbelanja bahan pangan seperti beras, gula, minyak goreng, tepung, bahkan cabai dan bawang,'' ungkap Dinal.

Dan wilayah distribusinya juga berpindah dari satu kecamatan ke kecamatan lain, dari satu kelurahan ke kelurahan lain, dan persis di pemukiman warga.

Dinal menjelaskan, dari pelaksanaan mobil pangan keliling PAK AMAN ini, setidaknya, ikut berkontribusi untuk mengurangi jumlah wilayah rentan rawan pangan yang saat ini, jumlahnya sudah jauh berkurang, dan hanya menyisakan 2 kelurahan saja.

Pada kesempatan itu, para juri yang terdiri dari akademisi dan praktisi sempat menanyakan apakah cukup, dengan hanya melaksanakan mobil PAK AMAN  mengentaskan wilayah rentan rawan pangan?

Dinal menyebutkan, memang tidak serta merta kegiatan PAK AMAN menuntaskan permasalahan rentan rawan pangan. Karena, penetapan daerah rentan rawan pangan tersebut juga   mengacu pada beberapa indikator lainnya yang artinya juga secara sinergis melibatkan stakeholder lain di lingkungan Pemko Pekanbaru dalam mengatasinya.

Peta FSVA ini juga merupakan peta berisikan data indikatif yang menggambarkan kondisi kerentanan suatu wilayah terhadap permasalahan pangan. Seperti permasalahan kesehatan masyarakat (Dinas Kesehatan), ketersediaan infrastruktur jalan (Dinas PUPR), akses tranportasi publik (Dinas Perhubungan), ketersediaan pangan (Dinas Ketahanan Pangan), ketersediaan air bersih (Perkim) dan lainnya.

Dan penetapan wilayah rentan rawan pangan ini mengacu pada kondisi riil yang ada di tengah masyarakat yang semuanya dirumuskan berdasarkan angka-angka. ''Jadi tidak kita yang menetapkan sendiri,'' ungkap Dinal.

Sejauh ini, jelas Dinal, setidaknya mobil PAK AMAN sudah menjangkau sebanyak 56 wilayah pemukiman di kota Pekanbaru,dan selalu dipenuhi masyarakat, karena harganya yang murah, juga kualitas yang baik.

Dinal juga menjelaskan, untuk bisa menghadirkan pangan murah ini, memang tidak mudah. ''Kalau menghadirkan pelaku usaha, mereka tetap akan berorientasi pada keuntungan. Dan mobil PAK AMAN adalah solusi, dimana pemerintah melakukan intervensi dengan memotong rantai pasok. Harga yang diberikan adalah harga distributor,' jelas dia lagi.

Hanya saja, saat ini, sebut Dinal, memang DKP masih memerlukan dukungan untuk armada  mobil angkut yang akan berkeliling ke pemukiman warga.

Dinal juga menjelaskan, dalam melaksnaakan program mobil pangan keliling ini, DKP juga bekerja sama dengan stake holder lainnya seperti Bank Indonesia, PTPN IV Palm Co.(R04)

 

 

 

Terkini