PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Jumlah penerima program bantuan pangan (Bapang) pemerintah dalam bentuk beras di Kota Pekanbaru mengalami kenaikan cukup tinggi pada periode Juni-Juli 2025 ini.
Tercatat ada sebanyak 19.307 keluarga penerima bantuan pangan (PBP) yang terdata sebagai penerima program ini. Jumlah ini naik drastis dibandingkan periode penyaluran tahun 2024, dimana tercatat hanya ada sebanyak 17.110 keluarga penerima manfaat (KPM).
Terkait kenaikan jumlah tersebut, Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Dr.Idrus menyebutkan kenaikan tersebut tidak terkait bertambahnya jumlah masyarakat miskin di Kota Pekanbaru.
Dijelaskan Idrus, kenaikan jumlah penerima bantuan tersebut dikarenakan pemerintah melakukan penyempurnaan pendataan terhadap jumlah penerima bantuan.
Dijelaskan Idrus, data penerima bantuan yang tercatat saat ini, merupakan gabungan dari empat data yang sebelumnya sudah ada, yakni, DTKS, P3KE, Regsosek dan Data Dukcapil lama.
''Jadi data yang ada saat ini merupakan gabungan dari 4 data beras tersebut. Itu yang kemudian dikumpul dan disisir kembali, sehingga kesannya ada peningkatan. Padahal, data itu sudah ada sebelumnya dan itu yang dikumpulkan semua,'' jelas Idrus saat ditemui disela peninjuan penyaluran bantuan pangan beras di Kelurahan Meranti Pandak beberapa waktu lalu.
Dikatakan dia, data yang sudah ada saat ini, sudah berkisar 75 persen dari total data yang dimiliki pemerintah yang kemudian dijadikan sebagai Data Tunggal Sensus Ekonomi Nasional (DTSEN).
''Kalau dikatakan data tersebut sudah final juga belum, karena prosesnya masih terus berlangsung. Kalau perkiraannya sudah sekitar 75 persen,'' ungkap Idrus.
Pekanbaru memang termasuk menjadi daerah pertama di Provinsi Riau yang proses pendataannya sudah hampir rampung. Adapun kabupaten dan kota lainnya, masih berproses. Sehingga bisa jadi juga itu yang menjadi penyebab tiba-tiba terlihat di Pekanbaru ada lonjakan jumlah penerima bantuan pemerintah, sementara di daerah lain proses penggabungan data itu belum berjalan, sehingga data mereka masih tetap yang lama, sementara Pekanbaru sudah menggunakan data terbaru.
Pada kesempatan itu, Idrus juga menjelaskan, di Provinsi Riau, jumlah masyarakat miskin di Pekanbaru relatif kecil bahkan paling kecil dibandingkan dengan kabupaten kota lainnya.
Namun demikian, dia tidak manafikan, bahwa banyak masyarakat Pekanbaru yang berada dalam kondisi rentan miskin.
''Jadi rentan miskin ini bukan berarti miskin. Sebelumnya mereka mampu, namun dikarenakan satu kondisi, mereka menjadi rentan, Bisa jadi kalau tidak ditopang, mereka berpotensi untuk jatuh miskin,'' jelas dia lagi.
Contohnya, sebut dia adalah pedagang. Kelompok ini, banyak diperkotaan. Kondisi ekonomi, politik global di dunia pasti memberi pengaruh terhadap aktivitas mereka. Misalnya ketika Covid-19 lalu, pedagang tidak bisa berusaha, orang tidak boleh keluar rumah, tidak ada pendapatan, otomatis pasti mereka berada dalam posisi rentan.
Begitu juga dengan situasi perang, potensial untuk mempengaruhi kondisi perekonomian para pedagang, karena mereka tergantung kondisi pasar, pembeli.
Ini akan berbeda dengan mereka yang berprofesi sebagai pekebun atau bertani, dimana sepanjang mereka melakukan aktivitas tersebut, tetap ada hasilnya.
''Jadi karena di Kota itu umumnya aktivitas publik berkaitan dengan jasa dan perdagangan, pastinya, situasi global bisa sangat berpengaruh terhadap kemampuan ekonomi keluarga. Karena itulah, di kota itu, yang banyak adalah kelompok rentan. Tapi mereka tidak sepenuhnya dikatakan miskin.
Sebelumnya, Kepala Perum Bulog RIau Kepri, Ismed Erlando mengungkapkan, untuk periode Juni-Juli 2025, dalam penyaluran bantuan pangan beras, pemerintah melalui Bapanas menggunakan DTSEN sebagai acuan terhadap calon penerima bantuan.
Dan di Provinsi Riau, tercatat terjadi penurunan signifikan terhadap jumlah penerima bantuan pangan, yang totalnya mencapai 38.000 PBP.
Ismed juga menjelaskan, untuk periode Juni Juli 2025 ini, daerah terbanyak penerima bantuan adalah wilayah Kampar yakni sebanyak 39.779 PBP, disusul Rokan Hilir dengan 33.280 PBP dan Kepulauan Meranti dengan 30.411 PBP.(R04)