PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan tingkat inflasi terendah di Provinsi Riau pada periode Juli 2025.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statisitik (BPS) Kota Pekanbaru, Pekanbaru berada posisi paling bawah untuk inflasi antar kjota dari 4 kabupaten dan kota mengacu pada perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada periode Juli 2025, yakni dengan IHK sebesar 108,45, disusul Tembilahan 108, 98, Kota DUmai dengan 109,33 serta Kampar dengan 109,97 serta secara keseluruhan Provinsi Riau sebesar 109,02.
Adapun secara year on year (Y on Y), Inflasi di Pekanbaru terendah, yakni sebesar 2,10 persen, disusul Dumai dengan 2,40 persen, Kampar dengan 2,86 persen dan Tembilahan 3,56 persen serta Provinsi Riau 2,42 persen.
Secara mount to mounth (M to M), Pekanbaru juga masih menjadi daerah dengan tingkat inflasi terendah, yakni 0,43 persen, disusul Tembilahan dengan 0,47 persen, Dumai dengan 0,62 persen serta Kampar dengan 1.00 persen serta Provinsi RIau 0,62 persen.
Adapun penyumbang utama inflasi di Kota Pekanbaru pada periode Juli 2025 berasal dari tiga komoditas, yakni masing-masing emas perhiasan sebesar 0,70 persen, Nasi Lauk pauk dengan 0,16 persen dan pengeluaran untuk sekolah dasar sebesar 0,06 persen.
Adapun untuk kelompok makanan dan minuman, inflasi terbesar berasal dari ayam hidup yang mengalami inflasi sebesar 0,11 persen disusul bawang merah sebesar 0,09 persen serta jengkol sebesar 0,06 persen serta daging ayam ras sebesar 0,03 persen.
Dan secara umum, kelompok makanan, minuman, dan tembakau pada bulan Juli tahun 2025 mengalami inflasi sebesar 1,34 persen dan bulan Juli merupakan inflasi ke empat kali sepanjang tahun 2025 untuk kelompok ini.(R04)