Komitmen Bupati Afni Selesaikan Utang pada Pihak ketiga dan ASN

Selasa, 05 Agustus 2025 | 07:39:21 WIB

SIAK (RIAUSKY.COM)- Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan komitmennya untuk tetap menyelesaikan utang piutang Pemkab Siak baik kepada pihak ketiga maupun jajaran aparatur Sipil Negara.

Itu disampaikan Bupati Afni mengklarifikasi dan meluruskan informasi yang berkembang terkait dengan kondisi keuangan di lingkungan Pemkab Siak termasuk laporan terkait honor bendaraha yang katanya akan dihapuskan serta tunggakan utang honor bendahara selama 8 bulan.

Afni menjelaskan dia mendapatkan pesan dari salah seorang teman terkait curahan hati ASN tentang utang honor bendahara yang mengatakan sekarang Pemda tidak jelas, Pemkab masih berutang  honor bendaraha dari 2024 selama 8 bulan dan ada lagi honor-honor lain dari tahun 2024.

Afni menjelaskan, dia perlu mengklarifikasi dan meluruskan informasi tersebut.  

''Terus terang Saya merasa kecewa, karena dalam pesan yang saya dapatkan, dikatakan kalau tidak dapat honor, lebih baik tidak usah jadi bendahara, cukup datang, absen, pulang terima gaji, terima TPP. Hal tersebut tentunya bukan menjadi karakter yang baik,'' ungkap Afni.

Terkait honor bendahara akan dihapus, Afni menjelaskan, kalau informasi tersebut tidak benar.

''Kita tetap akan memberikan honor. Tapi, demi efisiensi, honor tersebut tidak diberikan per kegiatan. Masa, beli ATK dikeluarkan honor, beli konsumsi, dikeluarkan honor, kan tidak seperti itu,'' ungkap Afni.

Perihal utang, Afni menjelaskan  pihaknya sudah menelpon Kepala Badan pengelola Keuangan Daerah (BPKAD) tentang utang yang sudah menumpuk semenjak tahun 2024.

''Bagi utang yang 2024, pasti akan dibayarkan, utang itu tetap tercatat sebagai utang. Artinya pasti akan kami bayarkan, tidak uungkin diputihkan. Karena sudah tercatat, tinggal mohon kesabarannya. Karena juga ada ratusan ribuan masyarakat kita yang hidup dalam penderitaan dan mereka juga menunggu kebijakan apa yang akan dilakukan pemerintah,'' ungkap Afni.

Afni juga menjelaskan, dia baru dilantik pada  4 juni 2025. Adapun utang piutang yang muncul 2024, pihaknya tidak bisa mengeluh.

''Tentu kami harus melunasi. Menjadi tanggungan kami,'' kata dia.

Dia juga menjelaskan, ''Begitu kami  dilantik, catatan utang Pemkab Siak sudah menyentuh Rp327 miliar dan APBD dari perencanaan bergeser begitu banyak dari asumsi Rp3,1 triliun, Kita cuma mampu di angka  Rp2,2 triliun, artinya kita akan ada pergeseran sekitar Rp1,1 triliun. Defisit kita menyentuh angka lebih Rp400 miliar,'' jelas dia.  

Karena itulah, Afni memminta jajaran ASN juga ikut bersabar.

''Kami bermohon pada ASN-ASN yang  cacatab utangnya masih ada di Pemkab Siak, mari kedepankan rasa syukur kita. Bahwa gaji masih diterima, tunjangan juga masih tercatat, utang juga masih  tercatat. Kalau soal kapan akan dibayarnya itu tetap akan menjadi utang piutang, sampai kapan pun pasti akan dilunasi, dengan melihat kemampuan  dari kas daerah,'' jelas dia.

Dia menjelaskan, situasi ini memang memerlukan kebijaksanaan dan juga kesabaran semua, kondisi yang terjadi saat ini tidak terlepas dari imbas dari menumpuknya utang piutang.(R08)

Terkini