PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Islam Riau (UIR) berhasil mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia (RI) dalam melaksanakan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK – ORMAWA) tahun 2025. Sebanyak 2.374 proposal dari 503 Pergurun Tinggi (PT) seluruh Indonesia yang mengajukan ke Kemendiktisaintek, Faperta UIR sukses menjadi perwakilan dari Universitas Islam Riau yang lolos bersama 285 proposal lainnya.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerjasama dan Dakwah Islamiah FAPERTA UIR Prof. Dr. Ir. Ujang Paman, M.Agr menyampaikan, keberhasilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ke tingkat nasional merupakan prestasi yang membanggakan baik bagi Fakultas Pertanian dan maupun Universitas Islam Riau.
“Sebanyak 15 orang mahasiswa dari prodi Agroteknoologi, Agribisnis dan Akuakultur Fakultas Pertanian UIR di bawah bimbingan Ibu Dr. Prima Wahyu Titisari, S.Si, M.Si akan melakukan kegiatan kemahasiswaan selama 4 bulan ke depan di Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar”, terang Prof. Dr. Ir. Ujang Paman, M.Agr.
Pembukaan kegiatan telah dimulai sejak tanggal 16 Agustus 2025 di Gedung Sebaguna Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar. Acara dihadiri oleh Kepala Desa Pulau Gadang serta tokoh masyarakat, Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset dan Inovasi Prof. Dr. Fathurrahman, SP, M.Sc, Kepala Pusat Karir UIR Dr. Desy Mardianti, SE., MM, Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset dan Inovasi Faperta UIR Dr. Ir. H. T. Edi Sabli.
Saat pembukaan melibatkan pelaku usaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berasal dari Desa Pulau Gadang, dimana nantinya pengusaha UMKM ini yang akan menjadi target peserta untuk dilatih oleh mahasiswa dan pakar UMKM dari Provinsi Riau selama 4 bulan ke depan.
“Pendampingan yang dilakukan tentu berfokus pada bidang perikanan mencakup teknologi budidaya dan pengolahan ikan, pengemasan produk olahan ikan dan pemasaran online (digital). Kegiatan ini diambil berdasarkan kepada potensi perikanan yang ada di Desa Pulau Gadang cukup besar dan bisa menghasilkan di atas 1 ton ikan patin setiap minggunya”, terang Prof. Dr. Ir. Ujang Paman, M.Agr.
Selama melakukan kegiatan, mahasiwa juga akan membantu UMKM dalam pengurusan izin usaha terutama yang belum mempunyai izin usaha. Disamping itu, mahasiswa juga akan membantu pengusaha UMKM untuk mempromosikan produksi mereka ke pasar dan menjembatani kerjasama (mitra) antara pengusaha UMKM dengan perusahaan pemasar (retailer) yang ada di luar Desa Pulau Gadang. (hms/smh/rls)