Wamen Haji dan Umrah Dorong Reformasi SDM

Kamis, 18 September 2025 | 06:28:44 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia tidak lagi hanya berasal dari Kementerian Agama. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak  usai memberikan arahan dalam kegiatan Koordinasi dan Konsolidasi Penyelenggaraan Haji Tahun 2026 se Provinsi Riau, Rabu (17/9/2025).

“SDM yang sifatnya mandatory memang sebagian besar berasal dari Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan, terutama yang terkait dengan pelaksanaan ibadah haji. Namun, saat ini sebagian telah bergeser ke Kementerian Haji melalui proses assessment, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten,” jelas Wamenhaj.

Lebih lanjut, Dahnil menjelaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah kini membuka peluang bagi ASN dari berbagai kementerian dan lembaga negara untuk bergabung.

“Sekarang, di Kementerian Haji sudah ada pegawai yang berasal dari KPK, Kepolisian, Kejaksaan, Kemenkumham, dan instansi lainnya. Siapa pun yang berminat, terutama untuk jabatan eselon I, II, dan III, dapat mengikuti proses assessment terbuka,” ujarnya.

Peluang ini menjadi bagian dari reformasi struktural dan peningkatan integritas dalam penyelenggaraan ibadah haji nasional.

Dahnil juga mengungkapkan bahwa kebutuhan SDM di kementerian baru ini sangat besar. Salah satu skema pemenuhannya adalah melalui formasi CPNS.

“Dari pergeseran pegawai Kementerian Agama saja, proyeksinya bisa mencapai sekitar 4.000 orang di seluruh Indonesia. Tentu hal ini akan disesuaikan dengan kebutuhan dan persetujuan dari Kementerian PAN-RB,” jelasnya.

Forum ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas wilayah dan meningkatkan kesiapan teknis serta manajerial dalam menghadapi penyelenggaraan haji tahun 2026, agar dapat terlaksana dengan lebih optimal, profesional, dan berorientasi pada pelayanan jamaah.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Riau, Muliardi, menyambut baik arahan tersebut.

 “Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil konsolidasi ini dengan bersinergi bersama pemerintah daerah, lembaga kesehatan, serta para tokoh masyarakat demi terwujudnya penyelenggaraan haji yang lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh para pejabat Kemenag Riau, Kepala Seksi Haji dari seluruh kabupaten/kota, serta perwakilan pemangku kepentingan terkait. Diskusi berlangsung hangat dengan suasana penuh semangat, membahas tantangan sekaligus berbagi pengalaman lapangan.

"Melalui konsolidasi ini, diharapkan penyelenggaraan haji tahun 2026 dapat semakin profesional, akuntabel, serta menghadirkan pengalaman ibadah yang lebih nyaman dan berkesan bagi jemaah Indonesia,"tutupnya.(mc)

Terkini