BAGANSIAPIAPI (RIAUSKY.COM)- Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, B.BA, M.BA, mengisahkan perjalanan hidupnya dari anak pedagang kecil di Ujung Tanjung hingga berhasil menempuh pendidikan di Amerika Serikat saat membuka Seminar Pemuda Visioner di STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi, Selasa (28/10/2025).
Dalam acara bertema “Spirit Sumpah Pemuda: Membangun Generasi Kreatif, Inovatif, dan Produktif Menuju Indonesia Emas 2045”, Jhony mengajak generasi muda Rokan Hilir meneladani semangat perjuangan dan menjadikan pendidikan serta adab sebagai kunci kesuksesan.
Kisah inspiratif perjalanan hidup dan pendidikannya di Amerika Serikat, Ia akui sudah diimpikan sejak duduk di bangku kelas tiga SD.
Selain bercita-cita menempuh pendidikan di negeri Paman Sam, dia juga bertekad ingin menjadi pemimpin.
“Saya dulu membantu ibu berdagang di Ujung Tanjung dan dan kala itu juga Ayah bekerja antar jemput orang. Dari situ saya belajar arti kerja keras. Alhamdulillah, saya akhirnya kuliah di Michigan dan melanjutkan ke Texas. Saya telah menempuh perjalanan di 27 negara bagian Amerika, dan di sana saya belajar bahwa kesuksesan dimulai dari adab dan disiplin,” ungkapnya.
Jhony juga menyoroti bagaimana Amerika Serikat, sebagai negara maju, tetap menjunjung tinggi sektor pertanian dan ketekunan masyarakatnya.
“Negara seperti Ohio dikenal hanya dengan ladang jagung dan gandum, tetapi masyarakatnya produktif dan cinta tanah mereka. Rokan Hilir jauh lebih subur. Tinggal bagaimana kita membangun mental produktif dan menjauhi pola pikir konsumtif,” ujarnya penuh semangat.
Ia menegaskan bahwa kunci kemajuan suatu daerah terletak pada kualitas sumber daya manusianya.
“Singapura hanya sepertujuh luas wilayah Rokan Hilir, namun mereka maju karena SDM nya unggul. Rokan Hilir punya kayu, sawit, dan minyak, tapi SDM kita masih tertinggal. Saya ingin anak-anak Rohil menjadi tuan rumah di negerinya sendiri,” tegasnya.
Dalam penutup, Jhony Charles mengingatkan pentingnya membangun karakter kepemimpinan yang rendah hati, beradab, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
“Kalau ingin menjadi pemimpin, jangan pernah iri dan dengki. Gunakan semua instrumen di sekitar kita untuk berbuat baik. Jaga adab, tetap rendah hati, dan jangan sombong dengan jabatan,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Panitia dalam sambutannya menegaskan pentingnya meneladani semangat luhur para pendahulu bangsa.
“Kita hadir untuk meneruskan janji suci mereka dengan mentransformasikan kekuatan itu menjadi karya nyata,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa seminar ini merangkum tiga pilar utama, yaitu keumatan, inovasi, dan dedikasi pemuda terhadap pembangunan daerah.
“Tanpa pemuda, Rokan Hilir tidak akan memiliki arah kemajuan. Semua harus dimulai dengan iman, diyakini dengan tekad, dan diwujudkan melalui amal,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua STAI Ar-Ridho, Dr. Budi Setiawan, M.Pd, menyoroti pentingnya karakter dan kecerdasan moral di kalangan generasi muda.
Ia menegaskan bahwa pemuda yang dibutuhkan bangsa bukan hanya pembawa perubahan, tetapi juga penjaga nilai-nilai kebenaran dan penerus perjuangan yang berintegritas.
“Banyak persoalan di Rokan Hilir yang membutuhkan solusi kreatif dari pemuda. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika mereka sendiri tidak berusaha mengubahnya. Hari ini kita melihat banyak generasi muda kehilangan adab terhadap guru dan orang tua. Padahal, dari situlah keberkahan ilmu bermula,” tuturnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Rokan Hilir Sutiyo, Wakil Ketua DPRD Abbas, Kapolsek Bangko,Sekretaris Dinas Pendidikan, jajaran dosen STAI Ar-Ridho, serta perwakilan organisasi masyarakat, OKP, dan para pelajar SMA se-Kecamatan Bangko.
Seminar ini menjadi momentum reflektif bagi generasi muda Rokan Hilir untuk meneguhkan kembali semangat Sumpah Pemuda dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.(R15)