PANGKALAN KURAS (RIAUSKY.COM)- Berli Andini masih mengingat dengan jelas momen gugup dan tegang yang menyelimuti pikiran dan hatinya juga dua temannya, Ocha Maghfiroh dan Nandita Aulia Rosa saat mengikuti babak semifinal Ilmupedia Berani Jawab (IBJ) yang dilaksanakan Telkomsel Jaga Cita Season 6 pada Oktober 2025 lalu.
Menggunakan nama ROBECA (Rosa, Berli dan Ocha), siswa SMA Negeri 1 Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau ini menjadi salah satu dari 12 tim dari seluruh Indonesia yang berlaga pada babak Semi Final IBJ yang dilaksanakan di Jakarta.
Di antara pertanyaan yang dilemparkan, sebagiannya besarnya tentu mereka kuasai. Namun, kecepatan, ketepatan, kekompakan tim dan ketenangan menjadi penentu dari keberhasilan tampil sebagai pemenang pada kompetisi ilmu pengetahuan tersebut.
Mereka harus puas menempati posisi 5 dari 12 tim yang bertarung ke babak semi final itu. Dan menjadi yang terbaik untuk Regional Sumatera Bagian Tengah.
Panitia hanya memberikan tiket kepada 4 tim yang berhasil mengumpulkan poin terbanyak untuk melaju ke grand final Dan itu artinya mereka harus tersisih.
Sedikit kecewa, pasti. Namun, itu adalah kompetisi, memperebutkan siapa yang terbaik. Ada yang menang dan pasti ada yang kalah, itu biasa.
Tapi, bagi ketiganya, perjalanan mengikuti kompetisi di bidang ilmu pengetahuan ini tentunya menjadi satu langkah bersejarah. Sebagai anak daerah, mereka berhasil membuktikan bisa bersaing menjadi bagian dari anak Indonesia terbaik di kancah pendidikan dan ilmu pengetahuan.
Mereka berhasil membuktikan bisa bersaing dengan siswa siswi pintar juga dari sekolah-sekolah terbaik di Tanah Air.
Dimulai dari seleksi di tingkat sekolah, Kecamatan Pangkalan Kuras, kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, hingga akhirnya menembus babak semi final.
Hampir tak terhitung berapa banyak jumlah tim yang berhasil mereka sisihkan, hingga akhirnya berhasil menembus babak semifinal yang sangat prestisius dan mentereng tersebut.
Berhadapan dengan teman-teman seusianya yang konon juga menjadi siswa siswi terbaik di sekolah dan daerahnya, tentunya bukan persoalan gampang yang bisa dijawab dengan sekadar semangat.
''Degdegan kak, tak tahu bagaimana menggambarkan suasana hati kami pada saat itu. Di sana kami harus memutar otak untuk bisa menjawab, di sana juga ketenangan, kerja sama tim dan fokus harus di kedepankan,'' ungkap Berli saat diwawancara riausky awal November lalu.
''Alhamdulillah, kami meraih Ranking 5 dari 32.800 tim yang ikut bersaing pada gelaran Ilmupedia Berani Jawab (IBJ)Season 6 kemarin,'' ungkap remaja yang kini duduk di kelas XII SMA Negeri 1 Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau itu.
Didukung Sinyal Kuat Telkomsel dan Artificial Intelligence
Berli, Ocha dan Rosa tampak bangga memegang papan Ranking 5 yang mereka dapatkan dari gelaran Ilmupedia Berani Jawab (IBJ) Season 6 di Jakarta beberapa waktu lalu.
Mata mereka berkaca-kaca ketika meraih penghargaan tersebut. Karena, ini adalah kali pertama bagi mereka bisa menorehkan prestasi terbaik bagi diri, sekolah, Kabupaten Pelalawan bahkan untuk Provinsi Riau pada kompetisi ilmu pengetahuan terbesar di Tanah Air yang digelar oleh Telkomsel Jaga Cita.

ROBECA ikut berkompetisi di 13 besar Ilmupedia Berani Jawab Season 6 di Jakarta.
Bayangkan, mereka berdiri sejajar bersama ratusan pelajar terbaik se Indonesia yang berasal dari Kota Makassar, Medan, Yogjakarta dan DKI Jakarta.
Bagi sekolah pun, keberhasilan merebut salah satu tempat terbaik di pentas ilmu pengetahuan se Indonesia ini tentunya juga menjadi sesuatu yang tak kalah membanggakan.
Kepala Sekolah SMAN 1 Pangkalan Kuras, Dewi Fitri SE, MM, mengatakan, keberhasilan tersebut adalah buah dari keseriusan, kerja keras dan kegigihan dari siswa-siswa mereka.
''Sebagai guru pastimya kami bangga terhadap kegigihan dan usaha anak-anak kami hingga bisa menembus 5 terbaik di Jakarta,'' ungkap dia yang juga didampingi Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Ganggo Rahanum, S.Ag.
Dia juga mengapresiasi inisiasi Telkomsel dalam mendukung dan menyemangati para siswa selama mengikuti kompetisi mulai dari tingkat kabupaten hingga menembus babak semifinal di Jakarta.
Ini, sebut dia, juga menjadi pembuktian bahwa kemampuan para siswa di daerah kini juga berkembang pesat seiring dengan dukungan teknologi saat ini. Salah satunya adalah Artificial Intelligence (AI)
Ilmupedia Berani Jawab (IBJ) merupakan kompetisi tahunan dari Telkomsel berupa kuis nasional untuk siswa-siswi SMA/sederajat di seluruh Indonesia.
Karena itulah, tiap-tiap tim yang akan mengikuti kompetisi ini berasal dari siswa siswi terbaik dari sekolahnya. Tak terkecuali dengan trio ROBECA.
Berli adalah juara pertama di kelasnya. begitu juga dengan Ocha Maghfiroh dan Nandita Aulia Rosa.
Meski tidak berasal dari kelas yang sama, namun mereka memiliki kekompakan dan kemampuan dalam penguasaan ilmu pengetahuan yang saling mendukung.
Berli berada di kelas XII, sementara Ocha Maghfiroh dan Nandita Aulia Rosa di kelas XI.
Kekompakan mereka diasah oleh guru di sekolah. Sementara untuk pendalaman ilmu pengetahuan, selain dari proses belajar, mereka juga mengaku sangat terbantu oleh pemanfaatan teknologi khususnya jaringan internet yang andal.
Dan secara kebetulan, ketiganya merupakan pengguna layanan Telkomsel.
''Di Pangkalan Kuras, khususnya Sorek, jaringan telekomunikasi yang paling baik dan sangat jarang bermasalah adalah milik Telkomsel. Karena itulah, hampir sebagian besar siswa maupun guru menggunakan layanan Telkomsel,'' ungkap Ocha.
Apalagi saat ini, jaringan Telkomsel di Pangkalan Kuras sudah menggunakan fasilitas 4G, artinya, kualitasnya lebih baik, kecepatan internet yang lebih tinggi, koneksi yang lebih stabil di berbagai area, dan dukungan untuk aktivitas digital seperti streaming, gaming, video call maupun untuk download dan upload dokumen maupun file.
Bagi mereka, jelas Ocha, salah satu dari fungsi dari layanan Telkomsel dengan kualitas baik adalah mendukung dalam proses belajar baik di sekolah maupun di rumah.
Kepala Sekolah SMAN 1 Pangkalan Kuras, Dewi Fitri mengungkapkan kalau di sekolahnya, kegiatan pembelajaran dilakukan dengan tatap muka maupun menggunakan fasilitas internet.
SMAN Negeri 1 Pangkalan Kerinci merupakan salah satu sekolah terbaik di Kabupaten Pelalawan yang aktivitas pembelajarannya didukung dengan keberadaan Laboratorium Komputer.
Untuk mendukung beroperasinya laboratorium komputer ini, lanjut dia, salah satu infrastruktur yang paling dibutuhkan adalah layanan internet yang baik dan stabil, jelas Dewi.
Di laboratorium ini juga, jelas dia, para siswa diajarkan tentang perkembangan teknologi salah satunya Artificial Intelligence (AI).
Di dunia pendidikan dewasa ini, sambung dia, AI merupakan salah satu sarana yang dianggap bisa menjadi penghubung antara siswa dengan pelajaran maupun guru.
Bagi para guru, AI sangat membantu dalam proses pembelajaran, terutama dalam penyusunan administrasi, penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) maupun materi pembelajaran.
Begitu juga dengan siswa. Ketika dihadapkan dengan materi maupun soal yang muncul dari satu sub topik pembahasan, sering kali mereka terbentur pada pemahaman yang terbatas maupun proses pendalaman yang lebih jauh.
Kehadiran AI dengan mesin pencarian sedikit banyak memberikan kontribusi dalam memberikan pengetahuan lebih dan berbeda dalam memahami ilmu pengetahuan.
Pemanfaatan teknologi AI seperti ini, juga diakui oleh Nandita Aulia Rosa ikut membantu peningkatan kemampuan para siswa dalam menguasai sub tema maupun sub materi pembalajaran, khususnya pada materi-materi yang sulit.
''Misalnya dalam mencari rumus, terkadang kita menemukan kendala. Dengan menggunakan AI, kita bisa belajar dengan melihat contoh dari soal yang hampir sama,'' ungkap dia.
Begitu juga dalam pengembangan sub topik dari pembelajaran, dia mengakui sering memanfaatkan AI.
''Setidaknya, ada sekitar 20-30 persen dari pemanfaatan AI membantu dalam proses belajar kami,'' timpal Berli.
Karena itulah, sebut dia, ketersediaan jaringan yang andal seperti yang dihadirkan Telkomsel menjadi sangat penting dalam mendukung peningkatan dan motivasi mereka dalam penguasan ilmu pengetahuan maupun teknologi.
''Kalau jaringannya lelet atau tidak bagus, tentunya akan sangat mengganggu dalam proses belajar dan akan sangat membosankan untuk menunggu,'' ungkap dia.
Dia juga menjelaskan, kehadiran AI dalam mendukung dunia pendidikan juga sedikit-banyaknya juga berkontribusi untuk lebih meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan para siswa dalam proses belajar.
Dengan semakin banyak contoh ataupun pembahasan yang didapatkan melalui penggunaan AI, maka akan semakin memudahkan bagi siswa dalam menguasai topik ataupun materi pembelajaran.
''Karena tidak semua pertanyaan bisa kita sampaikan kepada guru di sekolah. Dan kehadiran AI ini menjadi salah satu solusi, khususnya melalui alat pencariannya. Dan itu juga menjadi salah satu pendukung pada penguatan kemampuan kami dalam mengikuti kompetisi Ilmupedia Berani Jawab,'' kata dia.
Dia juga menjelaskan, kehadiran AI, secara tidak langsung juga membuka akses yang merata kepada semua orang dalam menguasai ilmu pengetahuan. Bukan saja kepada para siswa yang ada di kota, namun juga di daerah.
Itu juga yang membuat mereka optimis bisa bersaing pada gelaran Ilmupedia Berani Jawab beberapa waktu lalu.

Kepala SMAN 1 Pangkalan Kuras Dewi Fitri ikut mendampingi siswanya berkompetisi di pentas nasional.
Meski mendukung dalam proses belajar, namun, Berli tidak menafikan bahwa tidak sepenuhnya juga pemanfaatan AI dapat menyelesaikan persoalan dalam proses belajar.
Yang lebih utama dalam mencapai hasil terbaik dari proses belajar tersebut tetap mengacu pada apa yang dipelajari di sekolah, dijelaskan oleh guru dan proses pengulangan terhadap materi maupun menjawab soal dari tugas sehari-hari.
''AI itu hanya alat yang membantu untuk memudahkan,'' tutup dia.
Adeva, Kontribusi AI Telkomsel untuk Pendidikan
Telkomsel adalah entitas bisnis telekomunikasi terbesar yang memiliki komitmen dan kontribusi besar dalam pengembangan ekosistem digital di Tanah Air.
Hal tersebut ditandai dengan eksplorasi secara massif terhadap pengembangan pemanfaatan teknologi telekomunikasi dan informatika yang mampu mendukung aktivitas manusia.
Direktur Planning and Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam mengungkapkan AI bukanlah sebatas mesin pintar. Teknologi ini dapat meningkatkan layanan yang bukan saja bisa dinikmati, namun juga berkontribusi pada pengembangan talenta di berbagai sektor.
Telkomsel, jelas Wong Soon Nam, berkomitmen untuk memanfaatkan potensi AI guna menghadirkan solusi yang lebih dari sekadar canggih.
Telkomsel, lanjut dia, fokus pada bagaimana AI dapat meningkatkan kualitas layanan yang mereka tawarkan, seperti personalisasi pengalaman pengguna dan efisiensi operasional.
Dengan terus mengeksplorasi dan menerapkan AI, Telkomsel menunjukkan bahwa masa depan digital tidak hanya tentang kecepatan dan inovasi teknologi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi dapat memberikan manfaat nyata untuk semua orang.
Komitmen ini sejalan dengan semangat Telkomsel untuk menciptakan ekosistem digital yang tidak hanya berkembang dengan pesat tetapi juga inklusif dan bermanfaat, salah satunya adalah terhadap dunia pendidikan.
Beberapa platform utama yang terlibat dalam inisiatif ini antara lain Ilmupedia, Skul.id, Kuncie, by.U, dan Internet BAIK. Semua dirancang untuk mendukung cita-cita anak-anak Indonesia dalam meraih masa depan yang lebih baik.
Terbaru, pada momen peluncuran Telkomsel Jaga Cita pada 2024 lalu, Telkomsel memperkenalkan pembaruan pada platform Ilmupedia dengan menghadirkan fitur 'Adeva'.
Adeva adalah asisten pembelajaran virtual berbasis AI yang dirancang untuk membantu siswa dan orang tua dalam mencari informasi, mengeksplorasi mata pelajaran, serta mengelola data dengan lebih efektif.
Adeva hadir untuk meningkatkan pengalaman belajar dengan memberikan jawaban, wawasan yang relevan, dan mendorong kolaborasi pendidikan.
Melalui berbagai inisiatif ini, Telkomsel berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan digital yang lebih inklusif dan inovatif di Indonesia.
Fitur terbaru ini bukan saja mampu memberikan penjelasan secara detail terkait ilmu pengetahuan, namun juga disiapkan mampu memberikan penjelasan dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami.
Didukung oleh fasilitas Chat AI yang interaktif dan responsif, jawaban pembelajaran yang dipersonalisasi, mudah diakses menggunakan device, Adeva menjadi Machine learning paling up to date saat ini.
Adeva siap memberikan penggunanya data apapun dari berbagai sumber seperti artikel, jurnal, situsweb, database.
Terbaru, Adeva juga siap memberikan jawaban untuk pertanyaan berbasis rumus kepada penggunanya.
Meski tergolong baru, namun, pemanfaatan Adeva sebagai aplikasi kecerdasan buatan kini terus berkembang seiring semakin massifnya pemanfaatan AI dalam kehidupan manusia, khususnya di dunia pendidikan. (*)
Penulis: BUDDY SYAFWAN
Media: Riausky.com