PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kepala Dinas Ketahanan Pangan H Muhammad Jamil melakukan monitoring harga komoditas pangan di Pasar Agussalim Pekanbaru, Ahad (30/11/2025) pagi tadi.
Kegiatan monitoring dilaksanakan selepas melaksanakan gotong royong massal di aliran Sungai Sago yang terletak di belakang Pasar Agussalim, Pekanbaru Kota.
Tampak kepala DKP Pekanbaru didampingi Sekretaris Dinas, Adrizal juga Kasubag Umum Dedek Sulaiman dan sejumlah staf.
Kegiatan monitoring tersebut dilakukan dalam upaya memantau kondisi harga dan ketersediaan pasokan bahan pangan di Kota Pekanbaru, pasca musibah bencana yang melanda daerah produsen seperti Sumbar, Sumut dan Aceh.
Kepala DKP Muhammad Jamil tampak menanyakan kepada beberapa pedagang terkait harga beberapa komoditas seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, tomat, kentang dan wortel juga aneka sayuran lainnya yang umumnya didatangkan dari luar Pekanbaru.
Ami, salah seorang pedagang yang ditemui tidak menapik harga beberapa komoditas yang mengalami lonjakan selama beberapa hari lalu.
Tak hanya cabai merah, namun juga beberapa komoditas lainnya.
Namun, pada hari ini, Ahad (30/11/2025), harga sudah mulai berangsur turun.
''Mulai turun Pak Harganya. Memang belum normal seperti sebelumnya, tapi lumayan turunlah,'' ungkap dia.
Dia menjelaskan, sehari sebelumnya, dia masih sempat membeli cabai merah medan seharga Rp85.000 per kilogram dan cabai bukit di atas Rp100 ribu. Namun, pada hari ini, harga cabai merah sudah berangsur turun.
''Saya memang masih jual Rp110.000 per kilogram. Karena modal saya masih yang kemarin. Kalau yang sekarang kita beli sudah bisa Rp80.000, jadi jualnya kabarnya sudah bisa di Rp100.000 untuk cabai bukit yang baru masuk,'' kata dia.
Adapun untuk cabai merah medan, harganya terpaut Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram dibandingkan cabai merah bukit.
Tak hanya cabai merah, Ami juga mengaku ada kenaikan harga pada komoditas bawang merah, khususnya yang didatangkan dari Sumbar.
Pada pedagang lainnya, jamil juga mengecek harga sayuran seperti wortel, kentang, sawi hijau, bawang yang juga disebutkan masih terdampak kenaikan harga dikarenakan pasokan dari daerah sentra berkurang.
''Kalau sekarang ini, kami belum bisa senyum Pak, karena harga masih belum stabil. Belum tahu sampai kapan. Namun yang pasti, orang berbelanja kurang karena harga masih mahal,'' ungkap dia.
Salah seorang warga yang ditemui di sela aktivitas berbelanja di pasar tersebut mengaku memang terkejut dengan lonjakan harga khususnya cabai.
Namun, dia bisa memahami kondisi tersebut karena kenaikan dipicu oleh bencana alam.
''Ya, karena ini musibah, tentu kita harus pahami. Cuma kalau bisa jangan lama-lama, karena kalau harga mahal, kita hanya bisa berbelanja secukupnya,'' kata dia Klara, salah seorang warga.
Sementara itu, dari pantauan di pasar Agussalim, kebanyakan pedagang cenderung wait and see dalam menyediakan pasokan pangan. Mereka memang cenderung mengurangi jumlah pembelian barang karena menurunnya permintaan oleh masyarakat. ''Warga beli cabai seperlunya saja, jadi penjualan kami menurun jauh. Kalau di beli banyak, takutnya tak habis dan ketika dijual besok harga baru lebih rendah, jadi kami merugi,'' kata pedagang lainnya. (R04)