PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) bekerja sama dengan Direktorat Jendral Otonomi Daerah (Dirjen Otda) menggarap program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah di Pekanbaru.
Peluncuran program ini dilaksanakan di dua sekolah, masing-masing di SMP Negeri 8 Pekanbaru serta SD Angkasa yang terletak di wilayah Kecamatan Marpoyan Damai, Kamis (4/12/2025) pagi tadi.
Hadir menyambut pelaksanaan program ini Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho juga Pj. Sekda Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhud serta jajaran pimpinan OPD terkait maupun perwakilan dua sekolah.
Ketua Umum Yayasan Swatantra Pangan Nusantara Marsekal TNI (Purn) Daryatmo mengungkapkan alasan utama berdirinya yayasan ini adalah karena pangan adalah kebutuhan dasar manusia. Tak satu pun orang yang tidak butuh pangan.
Karena itulah, saat ini, tegak dan berdirinya sebuah bangsa saat ini akan sangat tergantung dari ketersediaan pangan yang dimiliki.
Pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming ini, swasembada pangan termasuk salah satu dari Asta Cita.
Ini tentunya menjadi tantangan. Kalau hanya mengandalkan pemerintah dalam mewujudkannya, dikatakan dia tentulah ini tidak akan maksimal dan tidak akan bisa terwujud dalam waktu cepat. Selain itu juga akan menemukan banyak hambatan-hambatan.
Karena itulah, diperlukan elemen bangsa yang memiliki kepedulian, di antaran adalah YSPN. Pemerintah memerlukan kerja sama dengan semua pemangku kepentingan.
Dan salah satu bentuknya adalah yang dilaksanakan saat ini yakni ''Swasembada Pangan Berbasis Sekolah''.
''Jumlah siswa SD, SMP, SMA /SMK di Indonesia berdasarkan data tahun 2023/2024, jumlahnya 44,5 juta. Kalau tiap anak menanam 3 batang cabai saja, maka sudah menghasilkan 133,5 juta batang cabai, atau lebih dari setengah penduduk Indonesia,'' kata dia.
Selain itu, dengan upaya ini, YSPN ingin menanamkan nilai-nilai tanggung jawab, inovasi, gotong royong dan nilai kemandirian kepada siswa sekolah.
Selain itu, upaya ini juga dilaksanakan guna mengatasi krisis jumlah generasi petani yang terus merosot dengan mendorong minat generasi muda yang dimulai dari bangku pendidikan.
''Kami ingin memberi pemahaman kepada para siswa di sekolah, bahwa pertanian bukanlah sebuah pekerjaan biasa. Dia adalah agropreneur yang inovatif,'' kata dia.
Di China, sebut dia, tidak ada lahan nganggur. Karena semua lahan diberdayakan, semua peduli dengan pangan. Bahkan Singapura yang negara kota, bisa mensuplai kebutuhan pangannya lewat sayur mayur, padahal lahanya terbatas sekali.
Pandangan yang sama juga diungkapkan Dirjen Otonomi Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Prof Akmal Malik. Dia menyebutkan katahanan pangan merupakan program dari Presiden Prabowo Subianto. Karena itulah, selaku pemerintah, perlu mendukung dan menyukseskan program ini.
Pemilihan Kota Pekanbaru sebagai percontohan dari pelaksanaan program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah ini juga tidak lepas dari kondisi di mana Pekanbaru merupakan daerah yang masih memiliki ketergantungan dari daerah lain untuk pemenuhan kebutuhan pangannya. Salah satunya Sumbar.
Dia mencontohkan tentang tingginya angka konsumsi cabai di Kota Pekanbaru. Dan ini belum bisa ditutupi dengan aktivitas pertanian lokal. Masih ada sekitar 500 ton cabai yang harus didatangkan dari daerah tetangga, dengan kebutuhan rata-rata 0,5 gram per hari.
Dia juga menjelaskan, dengan total siswa yang akan dilibatkan dalam program ini yang jumlahnya mencapai 175 ribu orang, bila per orang menanam tiga batang saja, maka kebutuhan cabai akan terpenuhi di Pekanbaru.
Karena itulah, Akmal Malik mengajak seluruh sekolah nantinya melaksanakan program ini dengan baik.
''Saya tahu, terkadang, kita di pemerintah ini, kalau sudah ditanam, tidak lagi diprhatikan. Tapi kami ingin mengajak kita semua untuk bersama-sama menjaga, mengedukasi sehingga ini bisa menjadi tolok ukur dari keberhasilan program ini di Kota Pekanbaru,'' ungkap dia.
Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho mengaku sangat mengapresiasi program ini. ''Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dirjen Otda dan Yayasan Swatantra yang sudah mempercayakan pelaksanaan program ini di Kota Pekanbaru,''ungkap Agung.
''Nanti tiap sekolah yang melaksanakan program ini akan mendapatkan 5.000 batang bibit cabai, 5000 bungkus pupuk dan akan diberikan literasi untuk membudidayakan tanaman cabai di sekolah. Saya minta tiap-tiap sekolah melaksanakannya dengan baik. Klau perlu setiap batang yang ditanam diberi nama guna menanamkan tanggung jawab untuk memeliharanya,'' kata dia.
Pada kegiatan pencanangan di SMPN 8 tersebut dilakukan penyerahan secra simbolis bibit cabai rawit dan pupuk kepada kepala sekolah dari SMPN 8 dan SD Angkasa.
Selanjutnya, Ditjen Otda, pengelola YSPN bersama Wali Kota bersama dengan puluhan siswa melakukan penanaman simbolis bibit cabai yang telah disemai.
Dalam kunjungan di Pekanbaru itu, Dirjen Otda juga melakukan peninjauan ke lokasi pertanian Mustang yang berada di areal Lanud Roesmin Nurjadin.(R04)