PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Pelaksana Tugas (Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto meminta seluruh kepala daerah di Riau untuk mengalokasikan anggaran dalam upaya mengantisipasi dampak kebencanaan.
Meski tidak berharap musibah bencana terjadi, namun dikatakan gubernur SF Hariyanto, dia tidak ingin ketika terjadi bencana terjadi, ada daerah yang mengatakan tidak memiliki alokasi anggaran untuk menanggulangi dampak dari bencana.
Karena itulah, dia meminta seluruh kepala daerah di Riau mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai langkah antisipasi dampak kebencanaan.
''Dipastikan Belanja Tidak Terduga (BTT). Belanja Tidak Terduga ini agar digunakan secara cepat dan tepat sasaran sesuai dengan Perpres-nya,'' kata dia saat memimpin Rapat Koordinasi Tindaklanjut Arahan Presiden Republik Indonesia Terkait Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Daerah sekaligus Pelaksanaan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau dengan Kabupaten/Kota Se Provinsi Riau Sekaligus Kesiapan Dalam Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan tahun Baru 2026 yang dilaksanakan di Balai Serindit Kompleks Gedung Daerah Provinsi Riau, Senin (8/12/2025).
''Jadi saya minta jangan sampai nanti tidak punya anggaran BTT, duitnya habis untuk belanja.Jadi tidak perlu menunggu bencana, buat suratnya, buat dasar hukumnya, kita ingin memastikan kita semua siap,''ungkap SF Hariyanto.
Plt. Gubernur SF Hariyanto juga meminta seluruh daerah untuk melaporkan kondisi kebencanaan di wilayahnya secara real time, berjenjang kepada Pemprov Riau sehingga koordinasi dapat berjalan dengan cepat.
Pada kesempatan itu, SF juga memuji beberapa kepala daerah yang telah terlebih dahulu mempersiapkan diri untuk mengantisipasi dampak bencana.
Salah satunya adalah yang dilakukan Wali Kota Pekanbaru dengan membersihkan anak sungai dan drainase. ''Saya lihat Pak Agung sudah mulai masuk ke dalam parit membersihkan drainase, itu sudah tepat,'' imbuh dia.
SF Hariyanto juga memastikan kesiapan Pemprov Riau untuk mendukung upaya penanggulangan dampak bencana di daerah. Termasuk dengan menyiapkan dukungan peralatan.
''Kita Provinsi Siap membantu. Termauk kalau ada daerah yang memerlukan alat berat untuk membersihkan anak sungai, kita punya amphibi yang bisa dipinjamkan kalau bapak dan ibu di kabupaten kota memerlukan,'' ungkap dia.
Pada Rakor ini juga hadir perwakilan dari Kejaksaan Tinggi RIau yang memaparkan beberapa kondisi yang perlu dipersiapkan dalam memastikan penggunaan BTT tidak sampai menyalahi peraturan.(R04)