PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Wali Kota Pekanbaru meminta Dinas Sosial menyisir kota Pekanbaru pada malam hari mulai pukul 23.00 hingga pukul 02.00 dinihari.
Dia meminta dinas terkait itu untuk mendata sekaligus membantu masyarakat yang kondisinya memang perlu dibantu untuk dibantu.
''Saya perintahkan agar Dinas Sosial supaya tidak hanya keluar pada pagi, siang atau sore hari saja. Tapi juga keluar pada jam 23.00 malam sampai pukul 02.00 pagi hari untuk melihat dan memantau masyarakat yang tidak makan, yang tidak punya tempat tidur atau tempat tinggalnya hancur. Itu yang harusnya diberikan bantuan, harus dilakukan langkah penyelamatan dan itu juga yang harus didata,'' pinta Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho saat memimpin Rapat Koordinasi bersama Forkopimda di aula Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, Senin (15/12/2025).
Agung meminta Dinas Sosial tidak menunggu mereka datang dan meminta dibantu, tapi Pemerintah Kota yang harus mencari dan menemukan mereka.
''Bukan berarti kita akan memberi makan mereka yang belum makan pada malam hari. Tapi kita lihat, mereka tidak mampu membeli makan, orang miskin, itu yang kita beri makan. Kita tidak bisa menutup mata untuk persoalan - persoalan seperti ini,'' kata Agung.
Dia menjelaskan hari ini, apa yang dilakukan oleh pemerintah kota haruslah sesuatu yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat.
Bahkan, jelas Agung saat ini, mobil dinas Alphard milik wali kota yang kondisinya kurang dimanfaatkan difungsikan sebagai mobil layanan antar jemput pasien rawat jalan Kota Pekanbaru.
Pada kesempatan itu. Agung juga menjelaskan kalau Pemko Pekanbaru saat ini masih memiliki anggaran tak kurang dari Rp40 miliar dana Bantuan Tak Terduga (BTT) yang bisa digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Bila suatu saat diperlukan.
''Dananya standbye dan dari semenjak awal saya menjabat dana tersebut belum pernah dipergunakan,'' tutup dia.
Sebelumnya, dalam rapat tersebut, sekretaris dinas Sosial Pekanbaru melaporkan bahwa sampai akhir tahun 2025 ini, Dinas Sosial masih menyisakan sebanyak 38 paket untuk bantuan sembako, 2.806 nasi bungkus dan Satgam ada sebanyak 148 paket .
Seluruh barang tersebut, dikatakan masih bisa digunakan untuk bantuan kebencanaan di Kota Pekanbaru. (R04)