BRCN Gerakkan Kreativitas, Tingkatkan Ekonomi Lokal

Senin, 15 Desember 2025 | 15:58:12 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Dampak Badan Riau Creative Network (BRCN) terhadap perekonomian lokal menjadi perbincangan menarik. Terutama ketika melihat dari sisi sektor ekonomi kreatif (ekraf) di Pekanbaru sejak lembaga ini aktif beroperasi. 

BRCN pertama kali dibentuk pada 2019 sebagai wadah kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif di Riau. Sejak saat itu, berbagai inisiatif dilakukan untuk mempertemukan komunitas, mendorong produktivitas, hingga membuka peluang kerja baru berbasis kreativitas.

Sekretaris BRCN, Raynzi Solihinakta, mengenang masa awal berdirinya lembaga tersebut. Ia menyebut dirinya sebagai satu-satunya anggota yang saat ini masih bertahan sejak formasi awal. 

“Saya satu-satunya anggota yang masih ada sejak 2019 awal dibentuknya BRCN. Saya membawa kepercayaan dari ketua sebelumnya untuk menjadikan BRCN berguna bagi orang banyak,” ungkap Raynzi di Gedung Riau Creative Hub, Senin (15/12/2024).

Kepercayaan tersebut kemudian diterjemahkan dalam berbagai program yang berorientasi pada penguatan sumber daya manusia. Menurut Raynzi, jika melihat ke belakang, perkembangan SDM kreatif di Riau mengalami kemajuan signifikan.

"Kalau dipikir-pikir, Riau ini mantap, makin berkembang jauh SDM-nya dari 2019,” ujarnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan pernyataan Kepala Bidang Ekraf Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Beni Febrianto yang mengakui bahwa data peningkatan lapangan kerja secara pasti memang belum tersedia. Namun, jika dilihat dari tahun ke tahun, jumlah pelaku kreatif menunjukkan tren peningkatan.

"Data peningkatan pastinya belum ada, tapi perbandingan peningkatan pelaku kreatif dari tahun ke tahun ada peningkatan,” jelas Beni.

Beni menilai tantangan utama terletak pada pola pikir masyarakat. Karena itu, pihaknya bersama BRCN berupaya mengajak masyarakat untuk melihat sektor kreatif sebagai pilihan kerja yang serius dan berkelanjutan. 

“Kita berpikiran bahwasanya untuk pekerjaan saat ini harus bekerja di sektor formal. Kami mencoba mengubah mindset tersebut dan mengajak teman-teman menjadi pekerja kreatif,” katanya.

Beni mengakui bahwa setelah proses peningkatan kapasitas atau workshop dilakukan, pihaknya belum kembali menerima data ekonomi terkini dari para pelaku kreatif. Akibatnya, dampak peningkatan ekonomi belum dapat disajikan dalam angka pasti. 

“Setelah kita upgrading mereka, belum ada data mereka saat ini lagi, jadi terjadi peningkatan ekonomi tapi datanya belum ada,” ujarnya.

Terkini