Warga Sorek Satu Tolak Truk Arara Abadi, Sekda Pelalawan Bicara Pentingnya Investasi

Rabu, 17 Desember 2025 | 17:25:38 WIB

PANGKALAN KURAS (RIAUSKY.COM)- Terkait aksi pemuda dan masyarakat Sorek Satu yang menolak truk kayu milik PT Arara Abadi melintas di Jalan Datuk Laksamana, Sekda Kabupaten Pelalawan Tengku Zulfan sampai turun ke Sorek Satu.

Berdasarkan undangan, Tengku Zulfan didampingi beberapa pejabat terkait  bersama dengan jajaran kepolisian menemui masyarakat setempat, dihadiri Lurah  Sorek Satu, Ketua Hipmawan pangkalan Kuras, KNPI, LPM, Pemuda KM 2  Sorek Satu, Pemuda Muhibah, Forum Bersatu RT/RW  juga sejumlah kepala lingkungan.

Sayangnya, pada kesempatan tersebut,  Tengku Zulfan lebih banyak menjelaskan tentang pentingnya peran investasi perusahaan ketimbang mempertimbangkan  apa yang menjadi suara dan aspirasi warga yang menolak truk milik perusahaan melintasi ruas jalan yang lebarnya hanya 6 meter tersebut.

Zulfan menyebutkan, kalau pengalihan akses jalan truk milik PT Arara Abadi  dari jalan Balak ke Jalan Datuk Laksemana tidak ujug-ujug  terjadi tiba-tiba. Dia menyebutkan, sudah 12 hari  pihaknya bersama beberapa stake holder terkait mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh PT Arara Abadi.

Zulfan menyebutkan, memang ada permasalahan yang terjadi atas jalan truk balak yang biasanya digunakan oleh pihak perusahaan sehingga kemudian  tidak bisa dilalui.

''Pihak masyarakat, terkait dengan jalan itu menggali parit, sehingga  kendaraan Arara Abadi tidak bisa lewat. Kita sudah berkali-kali melakukan pertemuan dan sampai hari ini belum didapatkan solusinya,'' ungkap Zulfan menjelaskan duduk awal permasalahan.

''Saat itu, sudah 12 hari operasional kendaraan perusahaan tertahan  dan kita juga tidak ingin dianggap menghambat investasi, menghambat ekonomi, dan mencari jalan keluar terbaik,'' kata dia.

''Surat ini (yang diterbitkan Dinas Perhubungan,red)  jelas Zulfan tidak ujug-ujug muncul begitu saja, tapi melalui pemikiran dan pembahasan yang disetujui oleh pimpinan,'' kata dia.

Penjelasan Zulfan ini memang terkesan ironi, karena, keputusan dibuat oleh Pemkab Pelalawan tanpa melakukan sosialisasi dan meminta kesediaan masyarakat. Tiba-tiba saja, truk milik perusahaan melintas di jalan Datuk Laksamana di saat aktivitas warga masih padat.

Bahkan, sempat menimbulkan insiden, karena salah satu truk berbadan besar itu menarik kabel listrik rumah warga sehingga meteran rumah warga tersebut  copot.

Zulfan sempat menyinggung terkait insiden tersebut dan menanyakan, apakah persoalan tersebut sudah diselesaikan oleh pihak perusahaan.

Pada kesempatan pertemuan tersebut, Sekdakab Pelalawan tengku Zulfan juga menjelaskan ada beberapa kewajiban yng harus dilaksanakan oleh perusahaan terkait dengan komitmen dalam menggunakan ruas jalan Datuk Laksamana.

Di lain pihak, pihak pemuda setempat yang ikut dalam pertemuan tersebut tetap menolak keinginan untuk pihak perusahaan menggunakan Jalan Datuk Laksamana sebagai alternatif jalan hingga ada solusi oleh pihak perusahaan.

''Jalan Datuk Laksamana bukan jalan PT Arara Abadi,''ungkap para pemuda.

Mereka mengungkapkan, akan tetap menolak pihak perusahaan melintasi badan jalan yang terhubung hingga ke Simpang Beringin Pasar Sorek itu.

''Jalan itu lebarnya sempit, sementara truk-truk perusahaan yang akan melintas adalah truk berukuran besar, sementara aktivitas warga di sana padat,''ungkap salah seorang warga yang menolak.

Selain itu, mereka juga menjelaskan, kelas jalan Datuk Laksamana tidak akan sanggup untuk dilalui truk berukuran besar dengan kapasitas sampai 20 ton tersebut. Sehingga akan rentan untuk rusak dan berdebu.

Mereka juga meragukan komitmen perusahaan untuk mampu melakukan perbaikan segera atas kerusakan jalan yang ditimbulkan dari aktivitas truk kayu berukuran jumbo milik mereka.

''Apa iya  semudah itu merealisasikan perbaikan jalan?'' tanya mereka.

Karena itulah, mereka meminta Pemkab Pelalawan dan perusahaan juga memahami  apa yang menjadi keinginan masyarakat.

Hingga sore tadi, belum ada titik terang atas kondisi pemblokiran  jalan di lapangan. Sementara pihak perusahaan, sejauh ini belum ada memberikan penjelasan apapun  terkait penolakan masyarakat.

Konfirmasi yang riausky lalukan terkait  aktivitas perusahaan juga tidak mendapatkan jawaban.  (R02)

Terkini