SIAK (RIAUSKY.COM) - Pemerintah Kabupaten Siak kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini melalui kegiatan Simulasi Layanan Pengasuhan dan Stimulasi Dini 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang digelar dalam agenda Rumah Rakyat di Kompleks Rumah Dinas Bupati dan Wakil Bupati Siak. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ibu sekaligus upaya konkret mendorong edukasi publik mengenai pengasuhan anak usia 0–3 tahun sebagai fondasi Generasi Emas 2045.
Dalam kegiatan tersebut, Tanoto Foundation hadir sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Siak atas undangan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Siak yang mana merupakan tindak lanjut dari Seminar “Berinvestasi pada Anak Usia Dini” yang telah dilaksanakan pada November 2025, sekaligus respons atas tantangan pembangunan SDM di Kabupaten Siak, khususnya pada kelompok usia dini.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kabupaten Siak 2024, prevalensi stunting masih berada pada angka 16,2 persen, lebih tinggi dari target nasional 14 persen. Selain itu, hasil diskusi dalam berbagai forum pengasuhan menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua dan pengasuh masih mengandalkan pola asuh tradisional tanpa pendampingan berbasis ilmu perkembangan anak, dengan keterbatasan akses terhadap layanan pengasuhan berkualitas dan minimnya contoh praktik pengasuhan responsif.
Melalui sesi simulasi yang interaktif, Tanoto Foundation menghadirkan praktik langsung pengasuhan dan stimulasi dini berbasis pendekatan holistik integratif, mencakup aspek gizi, stimulasi kognitif, perkembangan sosial-emosional, serta penciptaan lingkungan pengasuhan yang aman dan responsif. Simulasi ini menjangkau langsung orang tua, pengasuh, kader posyandu, Bunda PAUD, dan kader PKK dari berbagai kecamatan di Kabupaten Siak yang hadir dalam kegiatan Rumah Rakyat.
Bupati Siak, Dr Afni Z SAP MSi, menegaskan bahwa intervensi pada usia 0–3 tahun merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. “Anak usia 0–3 tahun adalah pondasi Generasi Emas 2045. Melalui pengasuhan holistik dan stimulasi dini, kita dapat mencegah stunting dan membangun anak-anak yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Saya mengajak seluruh orang tua dan pengasuh untuk menerapkan ilmu yang diperoleh hari ini di rumah masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Tanoto Foundation atas fasilitasi kegiatan serta kehadiran fasilitator dari Rumah Anak SIGAP Jakarta Selatan, dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung keberlanjutan program serupa.
Sementara itu, Dendi Satria Buana, Regional Lead Tanoto Foundation, menyampaikan bahwa periode 1.000 HPK merupakan fase krusial dalam tumbuh kembang anak.
“Seribu hari pertama kehidupan adalah golden age yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak ke depan. Pengasuhan dan stimulasi yang tepat pada fase ini sangat krusial. Melalui simulasi di Rumah Rakyat ini, Tanoto Foundation berkolaborasi dengan Bunda PAUD dan TP-PKK untuk memberikan edukasi yang menjangkau langsung orang tua, pengasuh, dan kader di Kabupaten Siak,” jelasnya.
Kegiatan Rumah Rakyat sendiri merupakan konsep open house Pemerintah Kabupaten Siak yang dirancang sebagai ruang interaksi terbuka antara pemerintah dan masyarakat. Melalui pendekatan yang edukatif dan partisipatif, masyarakat diperkenalkan secara langsung pada berbagai program unggulan daerah, sekaligus didorong untuk terlibat aktif dalam pembangunan