BENGKALIS (RIAUSKY.COM) – Dewan Pendidikan Kabupaten Bengkalis melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah negeri dan swasta yang pada tahun ajaran ini memiliki jumlah Pendaftar Peserta Didik Baru (PPDB) relatif sedikit.
Salah satu sekolah yang dikunjungi SD Negeri 19 Bengkalis, Senin 12 Januari 2026, oleh Dewan Pendidikan yang diwakili oleh M. Ihsan, Sutrisno, dan Zulfan Ikram.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas perhatian dan arahan Bupati Bengkalis terhadap kondisi satuan pendidikan yang mengalami penurunan jumlah pendaftar.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi penyelenggaraan pendidikan, proses pembelajaran, serta menyerap aspirasi dan masukan dari pihak sekolah terkait berbagai kendala yang dihadapi, khususnya dalam penerimaan peserta didik baru. Dewan Pendidikan menilai langkah ini penting sebagai upaya menjaga keberlangsungan layanan dan mutu pendidikan.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Heri Indra Putra, menyampaikan bahwa baik sekolah negeri maupun swasta memiliki peran strategis dalam pemerataan layanan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan perhatian dan dukungan bersama agar seluruh satuan pendidikan dapat terus berjalan optimal dan tetap dipercaya masyarakat.
“Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian serta komitmen Dewan Pendidikan dalam menindaklanjuti perhatian Bupati Bengkalis terhadap dunia pendidikan, khususnya sekolah negeri dan swasta yang jumlah pendaftarnya masih terbatas pada tahun ini,” ujar Heri.
Pada tahap awal, target kunjungan difokuskan di Kecamatan Bengkalis dan Kecamatan Bantan. Khusus di Kecamatan Bengkalis, Dewan Pendidikan melakukan kunjungan ke empat Sekolah Dasar (SD) dan dua Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta, yang mencatat jumlah pendaftar peserta didik baru relatif minim.
Berdasarkan data sekolah, jumlah peserta didik baru pada PPDB tahun 2025 tercatat hanya lima siswa, mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2023 sebanyak 15 siswa dan tahun 2024 sebanyak 13 siswa.
Selain itu, jumlah total siswa juga mengalami penurunan dari sekitar 80 siswa pada tahun 2024 menjadi sekitar 60 siswa pada tahun 2025. Meski demikian, rasio antara jumlah guru dan siswa dinilai masih mencukupi untuk menunjang proses pembelajaran.
Dewan Pendidikan mencatat bahwa rendahnya jumlah peserta didik dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ruang lingkup zonasi yang relatif kecil, minimnya jumlah anak usia masuk sekolah di wilayah tersebut, kondisi pembagian zonasi akibat keberadaan beberapa sekolah dalam satu wilayah, serta kecenderungan orang tua yang memilih alternatif pendidikan lain.
Sebagai tindak lanjut, Dewan Pendidikan mendorong penguatan pengelolaan zonasi serta pengembangan program pendidikan yang memiliki keunikan dan nilai tambah guna meningkatkan minat masyarakat terhadap sekolah negeri.
Hasil kunjungan dan monitoring ini akan menjadi bahan evaluasi serta rekomendasi bagi Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam merumuskan kebijakan strategis ke depan, guna menjaga keberlangsungan sekolah serta meningkatkan kualitas dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta.