KAMPAR (RIAUSKY.COM) - Universitas Islam Riau (UIR) kembali mencatatkan capaian positif dalam pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Salah satu program yang lolos pendanaan adalah PKM Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (PMM) berjudul Pengembangan Ekonomi Kreatif Terpadu Obyek Wisata Tepian Mahligai dan Olahan Patin Berbasis LICTS (Law, Information and Communications Technologies). Program ini menjadi satu dari empat proposal PKM UIR yang berhasil memperoleh pendanaan kementerian dengan nilai sebesar 66 Juta Rupiah.
Program PKM PMM ini dilaksanakan oleh Assoc. Prof. Dr. Heni Susanti, S.H., bersama Prof. Dr. Zulfikri Rusby, S.Ag., M.E., S.y, serta tim akademisi lainnya, Kegiatan ini juga melibatkan 20 mahasiswa dari Fakultas Hukum dan Fakultas Agama Islam UIR. Pengabdian dilaksanakan di Desa Pulau Godang Kabupaten Kampar, yang merupakan salah satu desa binaan UIR dengan lokasi utama di objek wisata Tepian Mahligai.
Pengabdian masyarakat ini mengintegrasikan pendekatan LICTS, yakni aspek hukum, informasi, dan teknologi komunikasi, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah potensi lokal. Fokus utama program meliputi pengembangan destinasi wisata Tepian Mahligai, optimalisasi pemasaran digital, serta peningkatan kualitas produk olahan ikan patinyaitu bakso patin sebagai produk kreatif unggulan masyarakat setempat.
Assoc. Prof. Dr. Heni Susanti menjelaskan pada Tim Humas UIR pada Jumat (06/02/2026) bahwa integrasi antara potensi wisata dan produk lokal menjadi kunci dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
“Melalui program PKM ini, kami mengintegrasikan dua potensi kearifan lokal, yaitu objek wisata Tepian Mahligai dan produk olahan patin. Harapannya, objek wisata ini semakin dikenal oleh wisatawan, dan masyarakat juga dapat langsung memasarkan produk olahan patin sebagai buah tangan khas daerah,” ujar Heni.
Selama kurang lebih satu bulan, tim mahasiswa melakukan observasi lapangan dengan tinggal langsung di lokasi PKM. Kegiatan ini dilakukan untuk mengamati kondisi sosial masyarakat, berdiskusi, serta meneliti penerapan pendekatan LICTS yang tepat guna mendukung pengembangan ekonomi kreatif terpadu berbasis desa.
Lebih lanjut, Heni menambahkan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada promosi, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Produksi olahan patin diharapkan tidak hanya berkembang di wilayah Kampar, tetapi juga mampu merambah pasar Pekanbaru dan Riau secara lebih luas. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan taraf ekonomi masyarakat setempat melalui pemanfaatan potensi lokal yang dimiliki,” jelasnya.
Lebih lanjut mendukung keberlanjutan program, tim PKM PMM UIR turut memberikan berbagai fasilitas penunjang, di antaranya pembuatan akun media sosial resmi berupa YouTube dan Instagram untuk promosi objek wisata dan produk bakso patin, publikasi kegiatan melalui media online, serta bantuan alat berupa mesin pencetak bakso guna meningkatkan kapasitas produksi masyarakat. Melalui kegiatan ini, UIR menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan desa melalui pengabdian masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.(kh/hms)