Surat Edaran Disdik Riau: Ini Jadwal Libur dan Jam Belajar SMA hingga SLB

Senin, 09 Februari 2026 | 13:02:49 WIB

SIAK (RIAUSKY.COM) - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau resmi mengatur pelaksanaan pembelajaran selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, sekaligus menetapkan jadwal libur Hari Raya Idul fitri bagi satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Riau.

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Nomor 100.3.4.1/DISDIK12/2026/44, yang ditetapkan pada 4 Februari 2026. Surat edaran tersebut menjadi pedoman bagi seluruh sekolah dalam menyesuaikan kegiatan belajar mengajar agar tetap efektif namun ramah terhadap kondisi peserta didik yang menjalankan ibadah puasa.

Kepala Disdik Riau, Erisman Yahya, menjelaskan bahwa pengaturan pembelajaran selama Ramadan dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pencapaian akademik dan penguatan nilai keagamaan.

“Pembelajaran tetap berjalan, tetapi disesuaikan dengan suasana Ramadan. Jam belajar dipersingkat, aktivitas disederhanakan, dan sekolah diharapkan memperkuat pembinaan karakter serta nilai keimanan peserta didik,” ujar Erisman, Minggu (8/2/2026).

Jadwal Pelaksanaan Pembelajaran dan Libur Ramadan:

* Libur awal Ramadan: 18–20 Februari 2026.

* Pembelajaran Ramadan: 23 Februari – 13 Maret 2026.

* Libur Idul fitri 1447 H: 16–27 Maret 2026.

* Masuk kembali: 30 Maret 2026.

Selama Ramadan, SMA dan SMK diminta mengatur jadwal belajar dengan maksimal 6 jam pelajaran per hari, dengan durasi 30 menit per jam pelajaran. Sementara pengaturan jam belajar di SLB disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah.

Menurut Erisman, pemangkasan waktu belajar dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan konsentrasi siswa selama berpuasa tanpa mengurangi substansi pembelajaran.

“Dengan waktu belajar yang lebih singkat, materi tetap bisa tersampaikan dan siswa tidak merasa terbebani,” jelasnya.

Selain itu, Disdik Riau mendorong sekolah untuk mengisi Ramadan dengan kegiatan pendidikan karakter berbasis keagamaan, seperti pesantren kilat, tadarus Al-Qur’an, dan aktivitas positif lainnya yang mendukung terbentuknya profil pelajar beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

“Ramadan adalah momentum yang tepat untuk membangun karakter. Kegiatan keagamaan yang positif dan mendidik sangat dianjurkan,” tambah Erisman.

Untuk memastikan seluruh ketentuan berjalan optimal, Disdik Riau juga menugaskan pengawas sekolah untuk melakukan pemantauan langsung ke satuan pendidikan, baik selama pelaksanaan pembelajaran Ramadan maupun pada hari pertama masuk sekolah setelah libur Idul fitri.

“Kami minta pengawas aktif memantau pelaksanaan di lapangan agar seluruh ketentuan berjalan baik dan lancar,” tegasnya.

Erisman juga mengajak seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan untuk menjalankan isi surat edaran dengan optimal demi kelancaran dan kualitas proses belajar mengajar selama bulan suci.

Terkini