Beberapa Hari jelang Ramadhan, Harga Komoditas Pangan Masih Normal, Kecuali Ayam dan Telurnya...

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:35:29 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Harga Komoditas pangan di Kota Pekanbaru beberapa hari menjelang Bulan Suci Ramadhan masih terpantau stabil.

Pada umumnya, harga komoditas pangan normal, kecuali untuk dua komoditas, yakni daging ayam ras dan telur ayam.

Itu diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi melalui Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinal Husna.

Dikatakan Dinal, pada umumnya harga komoiditas pangan bahan pokok masih normal. Seperti beras, minyak goreng, gula, cabai merah dan beberapa lainnya.

''Hanya komoditas ayam yang naik. harga ayam potong naik, harga telur ayam juga naik,''ungkap Dinal dikonfirmasi Rabu (11/2/2025) lalu selepas monitoring harga komoditas pangan oleyh Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Harga Pangan Kota Pekanbaru.

Dijelaskan Dinal, untuk harga cabai maih stabil, untuk cabai medan Rp40.000 per kilogram, sementara untuk cabai bukit Rp50-55.000 per kilogram.

Sementara untuk bawang juga masih normal berkisar Rp35-40.000 per kilogram.

Harga daging sapi juga masih normal, yakni Rp140.000 per kilogram.

''Daging belum ada kenaikan. Masih normal. Mungkin nanti menjelang lebaran ada sedikit kenaikan, tapi masih normal,'' kata dia.

Hanya saja, dilanjutkan dia, harga daging ayam potong ada kenaikan, dimana saat ini, harga per kilogram ayam ras potong Rp35-36.000 per kilogram untuk ukuran kecil dan Rp32-34.000 untuk ukuran besar.

Kondisi yang sama juga terjadi untuk harga telur ayam. Di mana telur ayam ras di pasar berkisar Rp55.000 untuk ukuran kecil, dan Rp58.000 untuk telur yang berukuran besar.

Pemko Pekanbaru bersama dengan Satgas Saber Harga Pangan Kota Pekanbaru saat ini secara rutin melakukan pemantauan terhadap harga komoditas pangan yang dijual di pasar, distributor dan retail modern.

''Ada 12 komoiditas pangan yang kita pantau, seperti beras, minyak goreng, gula, tepung, cabai merah, bawang merah, bawang putih, telur dan beberapa komoidtas lainnya,''ungkap Dinal.

Pemantauan dengan tengecekan langsung ke pedagang untuk memastikan tidak ada pedagang yang menaikkan harga, sekaligus memastikan ketersediaan di titik-titik yang telah ditentukan.

''Tim ini tidak hanya memantau, namun juga mengambil tindakan terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan pemerintah terhadap harga komoditas pangan.Sanksinya  bisa sampai pencabutan izin usaha,'' ungkap Dinal terkait Satgas yang juga melibatkan unsur kepolisian dan TNI ini.(R04)

 

 

Terkini