ROKAN HILIR (RIAUSKY.COM)– Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) resmi memperpanjang Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2026.
Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap meningkatnya ancaman titik api (hotspot) serta kondisi lahan gambut yang mulai mengering di sejumlah wilayah. Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Rokan Hilir Nomor 102/BPBD/2026 yang ditandatangani langsung oleh Bupati H. Bistamam.
Masa perpanjangan status siaga ditetapkan selama 246 hari, terhitung mulai 18 Maret hingga 18 November 2026. "Status ini bersifat dinamis. Masa berlakunya bisa diperpanjang atau diperpendek, menyesuaikan dinamika cuaca dan kebutuhan penanganan di lapangan," ujar Bupati Bistamam dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).
Tiga Alasan Krusial Penetapan Status Bupati menekankan tiga faktor utama di balik kebijakan ini:
1. Lonjakan Hotspot : Laporan Pusdalops BPBDPK Provinsi Riau mencatat 1.388 hotspot di Riau awal tahun ini, dengan luas lahan terbakar mencapai 272,27 hektar.
2. Kerentanan Gambut : Karakteristik lahan Rohil yang didominasi gambut sangat berisiko. Jika api masuk ke lapisan bawah tanah, proses pemadaman akan jauh lebih sulit.
3. Sinergi Provinsi : Menyelaraskan langkah dengan Keputusan Gubernur Riau Nomor Ktps.102/II/2026 tentang status serupa di tingkat provinsi.
Kepala Pelaksana BPBD Rohil, Safnurizal, menyatakan bahwa pihaknya telah menyusun strategi intensif untuk mengawal status siaga ini. Fokus utama beralih dari sekadar pemadaman menjadi pencegahan dini.
"Kami tidak hanya menunggu api muncul. Personel Tim Reaksi Cepat (TRC) sudah disiagakan di titik-titik rawan, terutama wilayah dengan riwayat kebakaran musiman," jelas Safnurizal. Ia menambahkan, status siaga ini memungkinkan pengerahan sumber daya yang lebih besar, termasuk dukungan udara.
"Koordinasi terus diperkuat untuk akses bantuan helikopter water bombing serta operasi pesawat OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) guna memicu hujan buatan di area yang sangat kering," tambahnya. BPBD juga memperkuat sinergi dengan TNI, Polres Rohil, dan pihak kecamatan untuk patroli terpadu. Masyarakat serta pelaku usaha perkebunan diingatkan keras untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
"Kondisi gambut saat ini sangat rentan. Sedikit percikan bisa berakibat fatal bagi kesehatan dan lingkungan. Kami minta kesadaran semua pihak agar tidak ada aksi pembakaran lahan," tegas Safnurizal.