Praktikum Mata Kuliah Pariwisata Internasional, Mahasiswa HI UIR Study Visit ke Malaysia

Selasa, 14 April 2026 | 10:51:20 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Mahasiswa Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) Universitas Islam Riau (UIS) melaksanakan kegiatan Study Visit ke Malaysia sebagai bagian dari Praktikum Mata Kuliah Pariwisata Internasional. Kegiatan ini diikuti oleh 40 mahasiswa dari dua angkatan, yaitu angkatan 2023 dan 2024, didampingi Ketua Program Studi (Kaprodi) HI Rio Sundari, S.IP.,M.A dan dosen pengampu mata kuliah Pariwisata Internasional Dr. Fitrisia Munir, S.IP., M. Phil.

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman experiential learning dalam memahami Dinamika Industri Pariwisata Global serta keterkaitannya dengan hubungan internasional. Mahasiswa tidak hanya mempelajari pariwisata sebagai sektor ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen diplomasi budaya cultural diplomacy dan penguatan citra negara nation branding di tingkat internasional.

Dr. Fitrisia Munir, S.IP., M. Phil menyampaikan, “Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mengunjungi berbagai destinasi strategis di Malaysia, di antaranya Mitsui Outlet Park dan Pavilion Kuala Lumpur sebagai representasi pariwisata modern berbasis industri ritel. Selain itu, kunjungan ke Dataran Merdeka, KL Tower, dan Twin Towers memberikan pemahaman terkait pengelolaan destinasi berbasis landmark dan nilai historis. Kunjungan ke Istana Negara turut memberikan perspektif mengenai simbol kenegaraan dalam konteks pariwisata”.

Reza Afriano Pratama mahasiswa angkatan 2023 menuturkan, mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan akademik seperti diskusi interaktif, pertukaran gagasan, serta mengikuti proses pembelajaran di dalam kelas bersama mahasiswa setempat. Pengalaman ini memberikan wawasan nyata mengenai sistem pendidikan dan perspektif global dalam studi hubungan internasional.

“Kami berkesempatan mengunjungi berbagai destinasi unggulan lainnya seperti Genting Highlands, Pagoda, Batu Caves, dan Putrajaya yang merepresentasikan keberagaman budaya, religi, serta kemajuan tata kelola kota modern di Malaysia”, papar Reza Afriano Pratama.

Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam membentuk kemampuan analitis dan perspektif global mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung di lapangan, termasuk berinteraksi dalam lingkungan akademik internasional. Ini menjadi bekal penting dalam memahami praktik nyata hubungan internasional serta peran pariwisata sebagai instrumen strategis antarnegara. (hms/smh/rls)

Terkini