PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Universitas Islam Riau (UIR) tidak henti hentinya melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempuni. Pertengahan bulan April 2026 UIR kembali melahirkan Guru Besar Baru yakni bidang Natural Language Processing, tepatnya Large Language Models (LLM). Guru Besar tersebut yaitu Prof. Dr. Arbi Haza Nasution, B.IT., M.IT yang saat ini juga menjabat sebagai Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UIR.
LLM merupakan teknologi di balik ChatGPT dan Gemini. Berdasarkan data SCOPUS tertanggal 13/4/2026, Prof. Dr. Arbi Haza Nasution, B.IT., M.IT merupakan peneliti dengan publikasi bidang Large Language Models kedua terbanyak di Indonesia.
Perlu diketahui, Prof. Dr. Arbi Haza Nasution, B.IT., M.IT adalah akademisi di bidang linguistik komputasional dan pemproses bahasa alami yang berfokus pada bahasa-bahasa dengan sumber daya rendah (low-resource) serta rumpun bahasa yang berkerabat dekat. Ia meraih gelar Ph.D di bidang Informatika Sosial dari Universitas Kyoto (2018), serta gelar M.Sc dalam Sistem Informasi Manajemen (2012) dan B.Sc. dalam Ilmu Komputer (2010) dari Universitas Kebangsaan Malaysia (Universiti Kebangsaan Malaysia, UKM).
Penelitian Prof. Dr. Arbi Haza Nasution, B.IT., M.IT berfokus pada induksi leksikon dwibahasa, penerjemahan mesin multibahasa, serta teknologi kebahasaan untuk bahasa-bahasa low-resource. Sebagai pengakuan atas kontribusinya terhadap pengembangan teknologi bahasa yang inklusif dan pelestarian bahasa-bahasa low-resource.
Sebagai akademisi Prof. Dr. Arbi Haza Nasution, B.IT., M.IT pernah diundang oleh UNESCO untuk berpartisipasi dalam konferensi pertama Language Technologies for All (LT4All) pada tahun 2021, dan kemudian kembali diundang pada tahun 2025 untuk LT4All kedua di Kantor Pusat UNESCO di Paris (24–26 Februari 2025), yang diselenggarakan bersamaan dengan peringatan Silver Jubilee Hari Bahasa Ibu Internasional serta Dekade Internasional Bahasa-Bahasa Pribumi (IDIL 2022–2032).
Kepada tim Humas UIR Prof. Dr. Arbi Haza Nasution, B.IT., M.IT bercerita, ia memiliki minat riset pada Linguistik Komputasional, Pemrosesan Bahasa Alami, Model Bahasa Skala Besar (Large Language Models), Pembelajaran Mesin, Representasi Pengetahuan, Induksi Leksikon Dwibahasa, Penerjemahan Mesin Multibahasa, dan Bahasa-Bahasa Etnik Indonesia.
Pendidikan S3 diraih dari Social Informatics Department, Kyoto University, Japan , S2 dari Management Information System, National University of Malaysia, dan S1 dari Computer Science, National University of Malaysia.
Sebagai tenaga pendidik, Prof. Dr. Arbi Haza Nasution, B.IT., M.IT tentu memiliki berbagai pengalaman professional mendapatkan hibah dan proyek utama salah satunya Mesin Penerjemah Real Time Berbasis Large Language Model untuk Mendukung Pariwisata dan Pembelajaran Multibahasa di Indonesia, The Ministry of Higher Education, Science, and Technology (Indonesia), 2025, Rp. 366.320.000.
Saat ini Prof. Dr. Arbi Haza Nasution, B.IT., M.IT tergabung dalam beberapa asosiasi diantaranya Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) dan Indonesia Association of Computational Linguistics (INACL) serta pernah menjadi dosen tamu Fakulti Sains Komputer & Matematik Universiti Teknologi MARA Cawangan Perlis.
Pencapaian Prof. Dr. Arbi Haza Nasution, B.IT., M.IT tentu menjadi kebanggaan bagi UIR dalam pengembangan teknologi bahasa berbasis kecerdasan buatan di tingkat global. Melalui dedikasi dan kiprahnya di bidang Linguistik Komputasional dan Large Language Models, diharapkan lahir inovasi-inovasi yang mampu menjembatani keberagaman bahasa, khususnya bahasa-bahasa daerah yang selama ini minim sumber daya, sekaligus mendorong kemajuan riset dan pendidikan di lingkungan UIR secara berkelanjutan. (hms/smh)