ANEH, Distributor Sebut Harga Ayam di Pekanbaru Sudah Turun, Tapi di Pasar Masih Tinggi...

Senin, 27 April 2026 | 12:49:40 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Meskipun harga  di tingkat distributor turun, namun, harga ayam potong di Kota Pekanbaru masih cukup tinggi.

Tingginya harga ayam tersebut dibahas khusus bersamaan dengan Rapat Inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri dan sejumlah kementerian terkait yang dilakukan secara zoom meeting di Ruang Rapat Wali Kota Pekanbaru di Perkantoran tenayan Raya, Senin (27/4/2026).

Dalam rapat itu, hadir sejumlah distributor ayam di Kota Pekanbaru di antaranya Semesta Mitra Sejahtera (Pokphan), Japfa, Primafood, Cionas Adisatwa juga Indojaya Nusa.

Dalam rapat yang dipimpin Asisten II Sekdako Zulhelmi Arifin juga Staf Ahli Wali Kota Abdul Jamal itu, pembahasan fokus pada harga ayam potong yang masih fluktuatif saat ini.

Pada Ramadhan lalu, harga ayam potong sempat meroket bahkan nyaris menembus Rp36.000 Per kilogram.

Asisten II Setdako Pekanbaru Zulhelmi Arifin mengeluhkan tingginya harga ayam potong saat bulan Ramadhan lalu, padahal, pada tahun 2024, harga ayam sempat turun.

''Kami ingin mendapat masukan, setahu saya, pada tahun 2024 lalu, harga ayam tidak mengalami kenaikan. Tapi kemarin harganya cukup tinggi,'' sebenarnya apa yang menjadi penyebabnya, itulah alasan mengapa kami mengundang para distributor untuk hadir dalam rapat ini,'' ungkap Zulhelmi yang akrab disapa Ami.

Ami menanyakan satu per satu distributor. Dimulai dari beberapa distributor ayam seperti Pokphan dan Japfa, Indojaya Nusa, juga Kios Unggas.

Awalnya, Ami, menduga kalau lonjakan harga ayam potong di pasar terjadi karena produsen menaikkan harga.

''Dari yang kami tahu, Pokphan mensuplai  sebanyak 80 persen ayam di Kota Pekanbaru. Idealnya, dengan suplai sebanyak itu, kalau Pokphan menaikkan harga Rp1.000 saja, harga di pasar pasti akan naik, bukankah begitu?'' tanya Ami.

Perwakilan Charoen Pokphan mengklarifikasi, kalau pihaknya hanya memasok di sekitaran 50-an persen kebutuhan pasar.

Dia juga menepis anggapan kalau kondisi itu menyebabkan Charoen bisa menentukan naik atau turunnya harga ayam.

''Secara teknis, mungkin kesannya seperti itu Pak. Tapi gambarannya begini. Seperti  hari ini harga di pasar turun Rp.1000, maka harga kami pun menyesuaikan, jadi bukan kami yang menentukan Pak, '' ungkap dia.

Dia menjelaskan kalau pada dasarnya, pihaknya juga tidak bisa mengendalikan harga ayam. Apalagi, ayam  juga bukanlah komoditas bisa bertahan lama di kandang. Karena biaya yang dikeluarkan juga akan semakin tinggi.

Itu juga diungkapkan Iwan, perwakilan dari Kios Unggas yang telah memiliki 17 ruko di Pekanbaru.

Dikatakan Iwan, sebagai pelaku usaha retail untuk komoditas ayam potong beku, dia juga menjelaskan kalau pihaknya tidak merasa bersaing dengan harga ayam potong yang dijual di pasar.

Dan pihaknya yakin betul, kalau tidak mungkin perusahaan mau menahan ketersediaan ayam di pasar, karena akan berimplikasi pada biaya yang harus dikeluarkan.

Pihaknya sendiri lebih mengedepankan  kualitas ayam yang dijual, termasuk aspek kebersihannya. Dan pasarnya juga ada.

''Jadi dalam hal ini, kami di Primafood  tidak merasa bersaing dengan harga di pasar,''ungkap dia.

Sementara itu, perwakilan PT Indojaya Nusa, Rizki mengungkapkan kalau sebenarnya, saat ini harga ayam dari distributor sudah turun. Terutama untuk ukuran jumbo (berat 2-2,5 kilogram). Bahkan, harganya sudah jauh di bawah harga kontrak.

''Kalau untuk saat ini, harga ayam sudah semakin turun. Karena itu kita juga bingung, kenapa di pasar harganya masih tinggi,'' kata dia.

Rizki juga secara transparan mengungkapkan,  misalnya untuk ayam berukuran di atas 2,5 kilogram, dari distributor per kilogram Rp18.000, untuk yang 1 kiloan Rp20-21.000 per kilogram. Bahkan, dengan kondisi tersebut, masih ada kecenderungan harga untuk turun saat ini.

Pada kesempatan itu, Asisten II Zulhelmi Arifin mengungkapkan data harga ayam potong di pasar-pasar tradisional di Kota Pekanbaru.

''Di Pasar Limpapuluh, harga per kilo 30.000, di Pasar Cik Puan Rp28.000, di Pasar Agussalim Rp30.000, di pasar Palapa Rp45.000, Pasar Sail Rp39.000, Pasar Pagi Rp33.000,''ungkap dia.

Kebutuhan daging ayam potong di Kota Pekanbaru saat ini relatif cukup tinggi.

Berkaitan dengan harga ayam ini, Pemko Pekanbaru melalui Disperindag dan Dinas Ketahanan Pangan akan melakukan pemantauan dan pengecekan  untuk memastikan apa yang menjadi penyebab harga ayam di pasar-pasar tersebut masih relatif tinggi.(R04)

Terkini