BENGKALIS (RIAUSKY.COM) - Polsek Rupat kembali menunjukkan taringnya dalam memerangi peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya. Kali ini, sasarannya bukan tempat hiburan malam, melainkan kantor Pemerintahan Desa Pangkalan Nyirih, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, melalui inspeksi mendadak (sidak) cek urine yang digelar pada Rabu pagi (6/5/2026).
Suasana di kantor desa yang awalnya tenang mendadak riuh namun tetap tertib saat rombongan kepolisian tiba sekitar pukul 09.30 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen nyata pihak kepolisian untuk memastikan instansi pemerintahan hingga tingkat desa tetap steril dari pengaruh barang haram tersebut.
Operasi ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Rupat, AKP Faisal. Dalam pelaksanaannya, Polsek Rupat tidak bergerak sendiri, melainkan menggandeng tim kesehatan profesional dari Puskesmas Pancur guna memastikan prosedur dan keakuratan hasil tes urine yang dilakukan kepada para aparatur.
Sebelum tabung sampel dibagikan, Kanit Intelkam Polsek Rupat, Aiptu Bosar Marpaung, memberikan pengarahan singkat namun tegas. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan sebagai langkah preventif serta bentuk transparansi aparatur negara di hadapan masyarakat.
Target sidak kali ini terbilang menyeluruh, menyisir seluruh lapisan birokrasi desa. Mulai dari Kepala Desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga anggota perlindungan masyarakat (Linmas) wajib menyetorkan sampel urine mereka tanpa terkecuali di bawah pengawasan ketat petugas.
Kapolsek Rupat, AKP Faisal memberikan apresiasi tinggi atas integritas yang ditunjukkan oleh perangkat Desa Pangkalan Nyirih.
"Aparatur pemerintah harus menjadi garda terdepan dalam memberikan contoh positif dan menjadi teladan bagi warga dalam upaya kolektif memerangi narkoba," ujar Faisal.
Faisal menyampaikan, dengan hasil bersih ini, Desa Pangkalan Nyirih diharapkan dapat menjadi mercusuar bagi desa-desa lain di Kecamatan Rupat dalam mewujudkan lingkungan pemerintahan yang sehat dan berintegritas. Ketegangan sesaat tersebut berakhir dengan hasil yang melegakan bagi semua pihak.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium di tempat, seluruh peserta dinyatakan negatif dari zat berbahaya, termasuk jenis Amphetamine (AMP) dan Methamphetamine (MET) yang merupakan kandungan utama sabu," pungkasnya.(mc)