JAKARTA (RIAUSKY.COM)— Bupati Siak, Afni Zulkifli terus memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Siak, termasuk revitalisasi sekolah rusak dan perhatian terhadap guru honorer. Upaya itu dilakukan melalui audiensi bersama jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Afni hadir bersama Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi, Kepala Dinas Pendidikan Riau Erisman Yahya, serta Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau Nilam Suri.
Rombongan diterima langsung Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen RI, Gogot Suharwoto.
Turut hadir Inspektur Jenderal Kemendikdasmen RI Faisal Syahrul, Inspektur II Itjen Kemendikdasmen Purwaniati Nugraheni, serta para kepala subdirektorat PAUD, SD dan SMP.
Afni mengatakan, Pemerintah Kabupaten Siak terus berupaya maksimal memperjuangkan bantuan revitalisasi bagi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan.
“Kita terus berikhtiar semaksimal mungkin, khususnya perjuangan mendapatkan revitalisasi sekolah di Siak yang sudah dalam kondisi rusak,” ujar Afni.
Mantan wartawan itu menyebutkan, saat ini terdapat 112 sekolah di Kabupaten Siak yang diusulkan untuk mendapatkan program revitalisasi dari pemerintah pusat. Selain itu, Pemkab Siak juga mengusulkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang saat ini telah memasuki tahap survei lapangan oleh pihak kementerian.
Afni berharap, hasil pertemuan tersebut membawa dampak positif bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Siak. “Insya Allah dengan pertemuan hangat ini, akan banyak kabar baik untuk dunia pendidikan Siak ke depan,” katanya optimis.
Dalam audiensi itu, sejumlah isu pendidikan turut dibahas, mulai dari revitalisasi sekolah, digitalisasi pendidikan, hingga perhatian terhadap guru non-ASN atau guru honorer.
Kemendikdasmen juga memastikan guru non-ASN tetap dapat mengajar dan memperoleh hak-haknya melalui dukungan dana BOS serta program pengangkatan PPPK.
"Kami mengusulkan dan mendukung seluruh Guru Honorer di Siak menjadi P3K, dengan pembiayaan dari APBN. Karena Siak masih membutuhkan banyak Guru, dan kita tidak mungkin merumahkan Guru yang sudah lama mengabdi untuk pendidikan Siak," lugasnya. (R08)