Bupati Suyatno dan Rombongan Kunker ke Sinaboi

Jumat, 24 Juni 2016 | 15:36:54 WIB
SINABOI (RIAUSKY.COM) - Jumat tanggal 24 juni Bupati Rokan Hilir H Suyatno melakukan tinjauan secara dadakan di beberapa tempat di daerah kecamatan sinaboi.
 
Didampingi oleh Dinas Perikanan Muhammad Amin, Dinas Pertanian dan Peternakan Muslim, Dinas Disperindak Syafruddin dan Kepala BPBD Azhar.
 
Bupati rokan hilir pertama kali berkunjung ke Bangliau Sunagi Bakau yang disebut juga sama masyarakat Sinaboi Kecil. Bangliau yang dimaksud disini adalah sebuah pembudidayaan ikan, udang dan lobster.
 
Hasil yang mereka tangkap dapat mereka budidayakan dan di jual oleh masyarakat dan ini menjadi rata rata mata pencarian masyarakat daerah setempat, tidak hanya dijual dalam bentuk ikan segar namun dapat dikemas menjadi ikan asin dan kerupuk.
 
Setelah itu H Suyatno juga mendatangi puskesmas yang ada di Sinaboi.
 
“Allhamdullilah walau puasa pukesmas ini didihadiri banyak petugas yang berjaga, dan saya banyak melihat ruangan ruangan yang harus di benahi, dibilang kotor ya karena keadaan," ujarnya. 
 
Di Puskesmas Sinaboi ini bupati sempat berdialok bersama tim nusantara kesehatan yang dikirim oleh mentri kesehatan, mereka hadir ada yang berasal dari Papua, Medan dan Bengkulu. 
 
Keberadaan mereka sangat membantu sekali dan mereka memang di utus oleh mentri untuk meninjau dan memantau kesehatan yang ada di Kecamatan Sinaboi kabupaten Rokan Hilir.
 
"Perbincangan yang melibatkan 6 orang utusan mentri kesehatan ini menyampaikan kepada saya, masih banyak masyarakat di sinaboi ini membuang hajad sembarang tempat," ungkap Suyatno “. 
 
Tidak hanya itu saja yang mereka sampaikan kepada Bupati Rokan Hilir” tentara nasional indonesia mempunyai program sejuta jamban” hal ini menarik perhatian H Suyatno dan segera menghubungi Dandim, Damdim membenarkan pernyataan tersebut.
 
"Kedepannya kita akan memprogramkan sejuta jamban ini diarahkan ke camatan Sinaboi, agar masyarakat sinaboi disini terbiasa dengan membuang hajad pada tempatnya,dan ini akan saya lanjutkan dengan dinas kesehatan," pungkansya. (R15)

Terkini