PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Panitia penyembelihan hewan kurban harus memahami karakter hewan yang akan disembelih. Hal tersebut dinilai penting agar proses penyembelihan berjalan aman dan lancar. Hal tersebut disampaikan Pembina Dakwah Sembelih Halal (DSH) Kota Pekanbaru, Rois.
Ia mengatakan setiap jenis sapi memiliki karakter berbeda sehingga harus diperlakukan berbeda pula. Untuk itu koordinasi antara pelaku usaha peternakan dengan panitia kurban di masjid sangat penting dilakukan agar proses penyembelihan berjalan aman dan lancar.
"Mereka harus paham karakter sapi yang akan dibawa ke masjid. Seperti tipikal sapi umbaran yang biasa dilepas di padang sawit atau padang gembalaan, biasanya lebih agresif dan liar,” jelas Rois, Senin (25/5/2025).
Sedangkan sapi yang terbiasa berada di kandang cenderung lebih jinak dan mudah dikendalikan. Karena itu, identifikasi jenis sapi menjadi langkah penting sebelum proses penyembelihan dilakukan.
“Ini yang sering terjadi di lapangan, ada sapi yang lepas atau ngamuk saat penyembelihan karena panitia tidak memahami karakter hewannya. Makanya harus dipastikan dulu jenis sapinya, baru perlakuannya saat penyembelihan,” jelasnya.
Terkait kesehatan hewan kurban, Rois memastikan hingga saat ini belum ditemukan indikasi penyakit berbahaya pada sapi maupun kambing yang akan dipotong saat Idul Adha nanti.
Tim dari dinas kesehatan hewan provinsi maupun kota disebut masih terus melakukan pendataan dan pemeriksaan di lapangan. “Sejauh ini belum ada temuan sapi atau kambing yang bermasalah. Tim dari dinas kesehatan hewan masih terus bekerja melakukan pendataan,” sebutnya lagi.
Ia menjelaskan, sebagian besar peternak saat ini lebih banyak menyediakan sapi jenis Peranakan Ongole (PO) atau sapi lokal yang dinilai lebih aman. Sementara untuk sapi Bali, menurutnya memang perlu perhatian khusus karena lebih rentan terhadap penyakit seperti virus jembrana dan parasit darah.
“Ada juga sapi Bali, tapi yang paling rawan memang jenis itu. Namun tahun ini mudah-mudahan tidak ada kasus Jembrana dan tidak ada masalah,” pungkasnya.