Karhutla Riau Meluas: Dua Titik Baru Muncul di Pelalawan, Pemadaman di Siak dan Rohil Berlanjut

Kamis, 28 Mei 2026 | 19:34:13 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau dilaporkan kembali meluas. Di tengah upaya tim gabungan berjibaku menjinakkan api di Kabupaten Siak dan Rokan Hilir (Rohil), kini dua titik kebakaran baru terdeteksi di Pulau Mendol dan Sokoi, Kabupaten Pelalawan, pada Kamis (28/5/2026).

Merespons situasi tersebut, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan langsung bergerak cepat menyiapkan pengerahan personel Manggala Agni menuju lokasi baru yang berada di kawasan terpencil.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengonfirmasi bahwa dua tim dari Daops Rengat telah disiagakan sejak sore hari untuk membawa perlengkapan pemadaman dan logistik.

“Siang tadi terdeteksi dua lokasi kebakaran baru di Pulau Mendol dan Sokoi Pelalawan. Sore ini dua tim Manggala Agni Daops Rengat mulai menyiapkan sarana prasarana dan logistik untuk diberangkatkan besok pagi,” ujar Ferdian Krisnanto, Kamis (28/5/2026) sore.

Tantangan Medan Berat dan Perjalanan 8 Jam

Ferdian menjelaskan, operasi pemadaman di Pulau Mendol dan Sokoi diprediksi tidak akan mudah. Selain faktor cuaca, tantangan utama bagi para personel adalah akses transportasi menuju lokasi kebakaran yang sangat terisolasi.

Tim Manggala Agni harus mengombinasikan jalur darat dan perairan untuk bisa menjangkau titik api. Estimasi waktu tempuh dari posko menuju lokasi kebakaran diperkirakan memakan waktu sekitar tujuh hingga delapan jam perjalanan via Pulau Muda.


 

Estimasi Luas Lahan Terbakar di Siak dan Rohil

Sementara itu, operasi pemadaman di dua kabupaten lainnya, yakni Siak dan Rokan Hilir, kini telah memasuki hari kedua. Karakteristik lahan yang terbakar di kedua wilayah tersebut merupakan perkebunan milik masyarakat dengan jenis tanah gambut yang sangat rentan.

Berdasarkan data estimasi awal dari Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, total luasan lahan yang terbakar sejauh ini meliputi: Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak: ± 20 Hektare dan Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir ± 8 Hektare.

Strategi Penyekatan Api dan Pendinginan Gambut

Di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, personel Daops IV Pekanbaru fokus menerapkan strategi penyekatan pada kepala api agar kebakaran tidak terus meluas ke area perkebunan lain. Upaya ini juga mendapat dukungan penuh dari Satgas Udara yang melakukan pengeboman air (water bombing).

"Proses penyekatan berhasil dilakukan dan besok akan terus dilanjutkan mopping up (pembersihan) untuk memastikan seluruh potensi api benar-benar padam," kata Ferdian.

Sedangkan di Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir, tim Manggala Agni Daops III Labuhanbatu Selatan (Sumut) masih terus melakukan proses pendinginan. Hingga Kamis sore, lokasi tersebut dilaporkan masih mengeluarkan asap tipis. Ferdian menekankan bahwa karakteristik tanah gambut memerlukan penanganan ekstra karena bara api sering kali tersembunyi di bawah permukaan tanah.

Kendala Cuaca Ekstrem dan Sumber Air

Ferdian tidak menampik bahwa kondisi cuaca panas yang ekstrem di wilayah Riau menjadi musuh utama bagi para petugas di lapangan. Suhu yang tinggi membuat proses pendinginan lahan gambut membutuhkan waktu yang jauh lebih lama agar api tidak kembali bergejolak.

“Kendala di lapangan saat ini cuaca sangat panas. Air untuk kebutuhan pemadaman masih tersedia, walaupun volumenya sudah mulai terus berkurang,” jelasnya.

Personel Menginap di Rumah Warga Demi Percepat Respons

Mengingat jarak akses dari kantor desa atau posko utama ke titik api terbilang jauh dan memakan waktu, tim Manggala Agni mengambil langkah taktis dengan menggeser tempat peristirahatan mereka. Personel memilih untuk menumpang dan menginap di rumah-rumah warga yang lokasinya paling dekat dengan area kebakaran.

Langkah ini diambil demi memotong waktu mobilisasi, sehingga keesokan paginya tim bisa langsung melanjutkan aksi pemadaman dan pendinginan tanpa terkendala jarak tempuh yang jauh. Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera memastikan seluruh personel tetap dalam kondisi siaga penuh guna mengantisipasi potensi munculnya titik-titik api baru di Riau.

Terkini