PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Cuaca panas melanda Kota Pekanbaru selama hampir satu bulan belakangan. Kondisi ini berpotensi memicu kebakaran lahan.
Apalagi kebakaran lahan kembali terjadi di Kota Pekanbaru para bulan Mei 2026. Ada dua kejadian kebakaran lahan berlangsung di lokasi berbeda yakni Tampan (Kecamatan Payung Sekaki) dan Lembah Sari (Kecamatan Rumbai Timur.
Luas lahan yang terbakar hampir setengah hektar. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru berjibaku memadamkan lahan yang terbakar agar kebakaran lahan tidak merambat ke lahan di sekitarnyam
Data BPBD Kota Pekanbaru mencatat kebakaran lahan di Kota Pekanbaru terus meluas sepanjang Januari 2026 hingga Mei 2026. Luas lahan yang terbakar dalam lima bulan ini mencapai 34,94 hektare.
"Selama lima bulan ini ada 61 kejadian kebakaran lahan yang sudah kami tangani," terang Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Iwa Gemino, Sabtu (30/5/2026).
Pihaknya mengimbau warga untuk tidak membakar sampah sembarangan. Aktivitas bakar sampah bisa saja memicu kebakaran lahan di sekitarnya.
"Kami juga mengimbau agar warga tidak membuka lahan dengan cara membakar," jelasnya didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik, Alan Kurnia.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, sudah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan di Kota Pekanbaru. Ada rencana penetapan status ini berlangsung hingga 30 November 2026 mendatang.
"Apabila ada kebakaran lahan, bisa segera laporkan ke tim reaksi cepat Aman 112," paparnya.(R06)