PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Pengembangan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar II bakal dimulai tahun ini. Kondisi ini seiring TPA tersebut yang mulai mengalami kelebihan kapasitas.
Ada rencana lokasi TPA Muara Fajar II yang baru bakal menerapkan Sistem Sanitary Landfill. Sedangkan TPA di Kota Pekanbaru selama ini menerapkan open dumping.
"Proses perluasan TPA rencananya berlangsung tahun ini, nantinya bakal menerapkan sistem Sanitary Landfill," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, Minggu (31/5/2026).
Selama ini TPA Muara Fajar II menerapkan sistem Open Dumping untuk menampung sampah dari seluruh kecamatan. Kondisi tersebut membuat TPA Muara Fajar II hampir mengalami over capacity.
"Maka saat ini kita sedang buat perencanaannya dan land clearing, lokasinya tidak jauh dari lokasi TPA sekarang. Prosesnya bertahap," jelasnya.
Perluasan TPA Muara Fajar II ini agar bisa menampung sampah dari 15 kecamatan yang ada. Ia menyebut sampah di Kota Pekanbaru setiap harinya mencapai 1.300 ton.
"Kita akan memperluas kapasitas dari TPA yang lama, sekaligus menambah data tampungnya," ujar Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho.
Lokasi TPA saat ini hanya bisa menampung sampah hingga tiga tahun mendatang. Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah lebih awal dengan memperluas dan menambah kapasitas TPA.
"Berdasarkan perhitungan kondisi TPA sekarang hanya bisa menampung sampah hingga tahun 2029. Maka kita butuh tempat agar sampah bisa ditampung di TPA" ujarnya.
Dirinya menyebut bahwa pemerintah kota sudah menyiapkan tahapan serta membeli tambahan lahan untuk perluasan TPA Muara Fajar II. Apalagi sudah ada arahan dari Kementrian Lingkungan Hidup.