Kementerian Kehutanan Puji Kemitraan dan Pendampingan Yang Dilakukan APRIL Group pada Program Hutan Kemasyarakatan

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:05:28 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Langkah APRIL Group dengan membangun kemitraan dan pendampingan terhadap masyarakat penerima program Kehutanan Masyarakat (HKm) di Kabupaten Siak dan Kabupaten Kuantan Singingi mendapat apresiasi dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.

 

Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan Catur Endah Prasetiani dalam Lokakarya Memperkuat Kemitraan Perhutanan Sisil: Pembelajaran, Tantangan dan Peluang Relikasi yang dilaksanakan dalam kolaborasi bersama  APRIL, RRCOFTC dan PT. Nusa Prima Manunggal, Selasa (23/6/2026) lalu di Pekanbaru  mengungkapkan apa yang telah dilaksanakan APRIL Group adalah  langkah positif yang sangat membantu masyarakat mewujudkan tujuan utama program Kehutanan Sosial.

 

Dikatakan dia, salah satu dari tujuan tersebut adalah meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat berbasis Kehutanan.

 

"Tidak semua masyarakat penerima program Hutan Kemasyarakatan  memiliki kemampuan permodalan, karena itu apa yang dilakukan APRIL Group adalah langkah positif yang sangat membantu  mewujudkan tujuan utama program Kehutanan Sosial,''ungkap dia.

 

Dirjen Perhutanan Sosial,  Catur Endah Prasetiani mengungkapkan, semenjak diluncurkan beberapa tahun lalu, setidaknya ada seluas 8,3 juta hektare lahan yang digunakan untuk perhutanan sosial ini.  

Program ini telah memberi izin  hutan untuk dikelola secara lestari oleh masyarakat di seluruh Indonesia.

Di Riau, lanjut dia,  setidaknya  ada sekitar 200 ribu hektare perizinan Perhutanan sosial yang telah diterbitkan.

 

Program ini telah secara  nyata memberi manfaat kepada masyarakat yang menjadi bagiannya.

Sebanyak 1.4 juta keluarga yang telah menerima manfaat  terberdayakan ekonominya dan bisa jadi  pembuka lapangan kerja potensial di pedesaan.

 

"Kalau satu keluarga ada 3 jiwa, maka secara makro ada sekitar 5,2 juta masyarakat yang menerima manfaat langsung program ini, " tegasnya.

 

Sementara itu, Deputy Director Stakeholder Engagement Sustainability APRIL Group, Dian Novarina  mengungkapkan, pihaknya  memiliki komitmen yang kuat dalam membangun kemitraan multi pihak di sektor kehutanan.

 

"Upaya membangun kemitraan yang berhasil dalam perhutanan sosial, hanya dapat terwujud melalui kolaborasi dan komitmen bersama para pihak," ujar Dian Novarina.

Perusahaan, lanjut dia,  memandang pengembangan agroforestri sebagai sebuah peluang besar.

Pengelolaan kawasan hutan melalui skema ini dinilai jauh lebih produktif, inklusif, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan hidup secara optimal.

 

Lokakarya yang merupakan kolaborasi antar sektor yang dihadiri berbagai elemen penting;baik perwakilan pemerintah, masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, akademisi hingga pelaku usaha kehutanan.

 

"Upaya membangun kemitraan yang berhasil dalam perhutanan sosial, hanya dapat terwujud melalui kolaborasi dan komitmen bersama para pihak," ujar Dian Nova.

 

Langkah tersebut sejalan dengan semangat Multi Usaha Kehutanan atau MUK yang dicanangkan pemerintah.

Perusahaan memiliki komitmen kuat untuk mendukung keberhasilan berbagai skema perhutanan sosial pada lanskap wilayah operasional mereka.

 

Saat ini, program pengembangan agroforestri tengah berjalan di dua lokasi berbeda. Lokasi pertama berada di Hutan Kemasyarakatan Mandiri Sejahtera, Desa Dayun, Kabupaten Siak.Lokasi kedua berpusat di Hutan Kemasyarakatan Rambahan, Desa Rambahan, Kabupaten Kuantan Singingi.

 

Kedua wilayah perhutanan ini dikembangkan menjadi model percontohan kerjasama multipihak.

 

"Program pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan model kerjasama multipihak demi meningkatkan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi mitra pemegang izin perhutanan sosial yang menjadi bagian dari rantai pasokan bahan baku perusahaan," jelasnya.


Pemilihan Desa Dayun dan Desa Rambahan bukan tanpa alasan akademis. Desa Dayun mewakili karakteristik program perhutanan sosial yang berada di kawasan lahan gambut.

Sementara Desa Rambahan dipilih karena mewakili ekosistem di atas lahan mineral.

Perbedaan karakteristik dua lokasi ini diharapkan mampu memberikan pembelajaran komprehensif bagi seluruh pihak yang terlibat.

 

Dalam pelaksanaannya, perusahaan menggandeng PT Nusa Prima Manunggal.  Perusahaan ini diketahui telah menjalin kerja sama jangka panjang dengan berbagai mitra koperasi maupun kelompok masyarakat pemegang izin perhutanan sosial.

 

Inisiatif pengelolaan agroforestri ini merupakan langkah yang relatif baru. Oleh karena itu, perusahaan turut merangkul RECOFTC sebagai pihak pendamping implementasi program langsung di lapangan.

 

Pengalaman menjalankan program selama tiga tahun terakhir memberikan banyak catatan penting. Skema agroforestri terbukti mampu memberikan nilai tambah secara ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi kelompok tani perhutanan.

 

"Dari pengalaman tersebut juga kami menyadari bahwa kerja sama kemitraan agroforestri dalam skema perhutanan sosial tersebut memerlukan waktu yang panjang," ungkapnya.

 

Waktu tiga tahun pembinaan bersama RECOFTC, PT Nusa Prima Manunggal, Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Mandiri Sejahtera dan petani di Rambahan dirasa masih belum cukup. 
 

Jangka waktu tersebut diakui memang belum mampu membawa kelembagaan kelompok masyarakat ke tingkat yang benar-benar mapan. Namun, secara bertahap, kemitraan ini bisa mencapai pada tahap kemandirian semagaimana yang menjadi salah satu tujuan dari program ini (*)

Terkini