PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi melepas pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (Unri) Tahun 2026 dengan tema "Membangun Negeri". Upacara pelepasan yang berlangsung khidmat di Lapangan Open Space Kampus Unri, Pekanbaru, pada Kamis (18/6/2026) ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Plt Gubernur Riau.
Acara pelepasan tersebut turut disaksikan langsung oleh Rektor Unri Prof. Dr. Sri Indarti, S.E., M.Si., Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Riau Indra, Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Mardoni Akrom, serta jajaran tamu undangan lainnya. Program pengabdian masyarakat tahun ini dibagi ke dalam beberapa kategori, yakni Kukerta Berdampak Reguler Gelombang II, Kukerta Berdampak Khusus, dan Kukerta Internasional.
Adapun rincian data peserta yang dikerahkan meliputi 4.037 mahasiswa untuk Kukerta Berdampak Reguler Gelombang II yang bertugas mulai 18 Juni hingga 1 Agustus 2026. Selain itu, terdapat jalur Kukerta Eksternal bersama Unri-Umrah sebanyak 10 mahasiswa yang ditempatkan di Wilayah Kepulauan Riau (1-30 Agustus 2026), serta 3 mahasiswa untuk Kukerta Internasional hasil kerja sama dengan Universitas Siliwangi dan ISBI Bandung (22 Juli-20 Agustus 2026).
Dalam sambutannya, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyatakan bahwa momentum ini menjadi kesempatan berharga untuk bertemu langsung dengan generasi muda yang kelak memegang estafet pembangunan.
"Melalui Kukerta ini, adik-adik mahasiswa akan mengabdikan ilmu kepada masyarakat. Namun pada saat yang sama, kalian juga memperoleh pelajaran berharga karena tidak sedikit hal yang hanya bisa dipahami ketika kita turun langsung ke lapangan," kata SF Hariyanto.
SF Hariyanto berharap pengalaman di lapangan ini mampu memperkaya wawasan, memperkuat kepedulian sosial, serta menumbuhkan semangat mahasiswa untuk berkontribusi nyata bagi Provinsi Riau demi menyongsong Indonesia Emas 2045. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga etika selama berada di lokasi penempatan.
"Jaga sikap dan perilaku. Hormati adat istiadat dan kearifan lokal setempat. Jaga nama baik almamater Universitas Riau di manapun kalian berada," pesannya tegas.
Sementara itu, Rektor Unri Sri Indarti menyampaikan bahwa Kukerta bukan sekadar kegiatan akademik untuk memenuhi beban kurikulum. Menurutnya, program ini merupakan wahana nyata bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kepekaan sosial dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat di desa maupun kelurahan.
"Kehadiran peserta Kukerta di daerah bukan untuk menggurui, melainkan untuk belajar bersama, memberdayakan, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai potensi dan tantangan yang ada. Mahasiswa dituntut hadir sebagai agen perubahan yang rendah hati, mampu mendengar, memahami, dan bekerja sama dengan warga lokal," ujar Sri Indarti.
Rektor perempuan pertama Unri ini berpesan agar seluruh mahasiswa bertindak sebagai duta kampus yang berkualitas dengan mengedepankan integritas, kesantunan, dan responsif. Ia berharap program kerja yang dijalankan bersifat inovatif serta realistis sehingga memberikan manfaat jangka panjang, dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan, kesehatan, dan kedisiplinan selama bertugas.