Plt Gubri Dorong Percepatan Data TORA dan Akses Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 21:30:41 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengapresiasi kehadiran perwakilan pemerintah pusat dan pemerintah daerah pada Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA), Kamis (18/6/2026).

Dikatakannya, forum ini menjadi sangat penting, dikarenakan membahas hal yang menyentuh langsung pada stabilitas sosial, ekonomi daerah, serta masa depan tata kelola ruang Provinsi Riau.

"Saya sangat mengapresiasi kedatangan Dirjen Penataan Agraria, Bupati Siak, Inhil, Rohil, Wakil Bupati Bengkalis, Wakil Walikota Dumai dan Sekda sebagai perwakilan kabupaten kota lainnya. Ini adalah isu penting yang perlu kita bahas bersama," kata Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.

Dikatakan SF Hariyanto, tanah merupakan sumber daya strategis yang memiliki nilai ekonomi, sosial, budaya, politik, hingga pertahanan dan keamanan.

Oleh karena itu, pemanfaatannya harus benar-benar ditujukan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

"Dalam konteks tersebut, Reforma Agraria menjadi langkah strategis untuk mewujudkan tata kelola pertanahan yang lebih berkeadilan melalui penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah," katanya.

Lebih lanjut, Plt Gubri menyebutkan reforma agraria tidak hanya berfokus pada penataan aset, tetapi juga penguatan akses ekonomi masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata, khususnya oleh masyarakat adat, petani kecil, dan kelompok rentan lainnya.

"Karena itu, pelaksanaan reforma agraria membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah, memperkuat koordinasi lintas sektor, menyelaraskan kebijakan, serta mempercepat pelaksanaan Reforma Agraria secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan," ungkapnya.

Melalui forum ini, dikatakan SF Hariyanto, seluruh elemen terkait perlu memperkuat sinkronisasi data Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), mengoptimalkan pelaksanaan akses reform, meningkatkan pemantauan program di kabupaten/kota, serta mempercepat penyelesaian berbagai kendala yang masih dihadapi di lapangan.

"Dengan begitu, manfaat reforma agraria dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Selain itu, sinergi antara reforma agraria dan tata ruang harus terus diperkuat. Tata ruang harus mampu memberikan kepastian pembangunan, kepastian pemanfaatan lahan, dan kepastian hukum bagi masyarakat, sementara Reforma Agraria harus berjalan selaras agar tidak menimbulkan persoalan di masa mendatang," katanya.

Dirinya mengajak seluruh perangkat daerah, Forkopimda, instansi vertikal, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mengidentifikasi dan mengoptimalkan potensi Tanah Objek Reforma Agraria, baik melalui penataan aset maupun penguatan akses ekonomi masyarakat. 

"Dengan komitmen dan kerja sama yang kuat, reforma agraria dapat menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan sekaligus fondasi pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau yang adil, inklusif, dan berkelanjutan," pungkasnya.(mc)

Terkini