PANGKALAN KERINCI (RIAUSKY.COM)- Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat melakukan kunjungan kerja ke area operasional PT RAPP di Pelalawan, Jumat (19/6/2026).
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur melihat lebih dekat beberapa upaya yang dilakukan perusahaan dalam rangka tata kelola lingkungan secara berkelanjutan yang dilaksanakan oleh perusahaan yang bergerak di bidang kehutanan ini.
Ada beberapa hal yang menjadi fokus perhatian Menteri Jumhur dalam kunjungan ini, yakni Pengelolaan hidrologi melalui Best Practice Water Management untuk menjaga ekosistem gambut.
Kemudian, Jumhur juga memastikan langkah yang dilakukan perusahaan dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Menteri Jumhur juga melihat lebih dekat upaya mitigasi yang dilakukan PT RAPP melalui GHG Monitoring Tower untuk mendukung pengelolaan lingkungan berbasis data dan sains dalam upaya memantau emisi gas rumah kaca.
Pada kesempatan ini juga, menteri Jumhur yang juga didampingi Asisten III Sekdaprov Riau M Job Kurniawan, Bupati Pelalawan H Zukri diajak melihat fasilitas pengembangan energi terbarukan melalui instalasi panel surya milik PT RAPP yang mana, hingga tahun 2025, sebanyak 82,2% kebutuhan energi operasional RAPP telah dipenuhi dari sumber energi terbarukan dan energi yang lebih bersih.
Presiden Direktur PT RAPP, Sihol Aritonang, saat mendampingi kunjungan menyampaikan bahwa perusahaan terus memperkuat komitmen terhadap pengelolaan hutan berkelanjutan melalui pemantauan emisi karbon secara berkala, baik di kawasan hutan alam maupun hutan tanaman industri (HTI).
Dijelaskan Sihol, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara produktivitas ekonomi dan kelestarian lingkungan.
''Kunjungan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan,'' ungkap dia.
Menteri LH Jumhur melihat operasional pembukaan sekat kanal untuk memastikan kebasahan gambut di areal konsesi PT RAPP.
Selain mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, kunjungan ini juga menjadi kesempatan untuk berbagi praktik dan pembelajaran dalam pengelolaan lahan gambut tropis guna mendukung pengembangan riset dan solusi berbasis sains yang dikembangkan oleh perusahaan.
Menteri Lingkungan Hidup,Jumhur dalam kesempatan itu menegaskan bahwa setiap perusahaan yang beroperasi di kawasan konsesi memiliki tanggung jawab untuk memastikan wilayahnya terbebas dari kebakaran hutan dan lahan melalui pengelolaan lingkungan yang optimal.
Selain itu, perusahaan juga diharapkan memberikan kontribusi secara nyata kepada masyarakat di sekitar area usahanya melalui berbagai program yang berkaitan dengan pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menteri juga menekankan bahwa upaya perlindungan lingkungan dan penurunan emisi karbon tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan produsen, tetapi juga harus melibatkan seluruh rantai pasok, termasuk pihak pembeli produk industri seperti pulp, kertas, dan komoditas lainnya.
Jumhur mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan PT RAPP dalam upaya memastikan pengelolaan lingkungan berkelanjutan, khususnya tata kelola lahan gambut, pemantauan emisi gas rumah kaca (GRK), serta pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
Dan dia berharap langkah ini juga bisa dilakukan oleh semua pelaku dunia usaha dalam memastikan keberlanjutan ekosistem lingkungan.
Selain melihat aktivitas pemantauan kebasahan lahan gambut melalui sistim sekat kanal, Menteri Jumhur juga terlihat melihat lebih dekat fasilitas penel surya yang dikembangkan oleh PT RAPP di Pangkalan kerinci, juga laboratorium alam dalam rangka pemantauan emisi gas rumah kaca.(*)