PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Mesir harus menelan kekalahan pahit dalam laga menuju per delapan final World Cup 2026, Selasa (7/7/2026) malam tadi.
Sempat unggul dengan dua gol atas salah satu kampiun Piala Dunia, Argentina, Tim Negeri para Pharaoh ini kalah dramatis di 20 menit terakhir laga yang dilaksanakan di Atalanta Stadium.
Hingga menit ke 78, Mesir masih unggul dengan kedudukan 2-0 atas Argentina.
Penguasaan bola yang nyaris sempurna oleh barisan penyerang Argentina yang dipimpin Lionel Messi nyaris belasan kali hampir membobol gawang Mesir yang dikawal kiper Mostafa Shobeir.
Namun, penampilan gemilang Shobeir dan konsistensi barisan tengah dan pertahanan Mesir berhasil mementahkan banyak peluang gol untuk Argentina.
Argentina baru berhasil memperkecil ketertinggalannya atas Mesir pada menit ke 79, setelah Cristian Romero berhasil menyundul bola umpan dari Messi.
Kedudukan berubah 2-1 masih untuk keunggulan Mohamed Salah dan kawan-kawan.
Keberhasilan membobol gawang mesir tersebut membuat semangat para pemain Argentina kembali menyala-nyala.
Dalam sebuah kemelut di dalam kotak penalti Mesir, pada menit ke-83, Lionel Messi berhasil melepas sepakan keras yang langsung membentur tiang gawang, namun bola keras langsung masuk ke gawang Mesir yang dijaga Shobeir.
Kedudukan menjadi sama imbang 2-2.
Mesir mencoba kembali menata barisan dan membangun serangan balasan ke gawang Argentina.
Namun, sebuah pelanggaran terhadap Mohamed Salah yang tidak diperhatikan oleh wasit membuat barisan pertahanan Mesir lengah.
Dalam serangan balasannya pada masa injury time (menit ke-92), memanfaatkan umpan dari Lionel Messi, Enzo Gonzales berhasil melepas sundulan ke tiang jauh gawang Mesir yang dikawal Shobeir dan tidak berhasil dijangkau, sehingga membukukan gol ketiga bagi Argentina, dan kedudukan berubah menjadi 2-3 untuk Argentina.
Keputusan wasit yang tidak menganggap terjadi pelanggaran terhadap Mohamed Salah membuat kubu mesir keberatan dan melayangkan protes kepada wasit.
Namun, pelatih kepala dan staf kepelatihan Mesir malah diganjar dua kartu, masing-masing kartu merah dan kartu kuning.
Kemenangan Argentina terhadap Mesir ini memang dramatis. Walaupun secara umum posisi penguasan bola hampir85 persen dikuasai oleh Argentina, namun, pertahanan kokoh dan konsistensi para pemain Mesir membuat mereka nyaris tak bisa ditembus.
Bahkan Lionel Messi yang menjadi motor serangan selalu dalam posisi sulit untuk mengembangkan permainan.
Pada pertandingan tersebut, Wasit juga sempat membatalkan satu gol yang seharusnya menjadi gol kedua Mesir pada babak kedua yang dilesakkan dari permainan apik Mostafa Zico dan Haisseim Hassan, tepatnya pada menit ke -58.
Wasit setelah melihat VAR menyebut sebelum gol tercipta, terjadi pelanggaran terhadap Lisandro Martines di barisan pertahanan Argentina.
Mesir sendiri berhasil unggul dengan membuka gol pada menit ke-15 babak pertama.
Argentina berpeluang menyamakan kedudukan pada menit ke-19 setelah wasit menghadiahkan tendangan penalti kepada Argentina. Namun, hadiah penalti itu gagal dieksekusi dengan sempurna oelh Lionel Messi, dan berhasil diblok oleh kiper Mesir Mostafa Shobeir.
Dengan hasil tersebut, Argentina berhak melangkah ke delapan bebas yang akan mempertemukan para pemenang babak penyisihan grup, sedangkan Mesir tersingkir. (R02)