Waspada Penipuan, Basarnas Tidak Pernah Meminta Uang Dalam Operasi SAR

Rabu, 08 Juli 2026 | 09:29:35 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Basarnas Pekanbaru mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi penipuan yang mengatasnamakan Basarnas maupun pejabat di lingkungan Kantor Pencarian dan Pertolongan Pekanbaru. Imbauan tersebut disampaikan menyusul munculnya dugaan penipuan yang mencatut nama Kepala Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi pada pelaksanaan Operasi SAR insiden kapal tenggelam di Pelabuhan Tanjung Buton, Kabupaten Siak.

Budi Cahyadi menegaskan bahwa Basarnas tidak pernah meminta ataupun menerima uang, imbalan, maupun pungutan dalam bentuk apa pun selama pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (SAR).

“Basarnas tidak pernah meminta atau menerima uang maupun imbalan apa pun dalam pelaksanaan operasi SAR. Apabila ada pihak yang mengatasnamakan Basarnas atau pejabat Basarnas untuk meminta sejumlah uang, jangan dilayani dan segera laporkan kepada pihak kepolisian atau langsung ke Kantor Pencarian dan Pertolongan SAR Pekanbaru,” tegas Budi Cahyadi.

Berdasarkan informasi yang diterima, aksi penipuan dilakukan oleh oknum yang menggunakan WhatsApp Business dengan nomor 0823-5762-7199. Pelaku menggunakan foto profil Kepala Kantor SAR Pekanbaru sehingga berhasil meyakinkan korban bahwa dirinya merupakan pimpinan Basarnas Pekanbaru.

Korban diketahui berinisial JN, yang merupakan perwakilan dari Perusahaan Pelayaran Tujuh Samudera. Karena percaya dengan identitas yang digunakan pelaku, korban kemudian mentransfer uang sebesar Rp10 juta yang disebut-sebut untuk kepentingan pelaksanaan Operasi SAR di Tanjung Buton.

Menanggapi kejadian tersebut, Humas Basarnas Pekanbaru Kukuh, segera memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa nomor WhatsApp yang digunakan pelaku bukan merupakan nomor milik Kepala Kantor SAR Pekanbaru.

“Telah terjadi tindak penipuan yang mengatasnamakan Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi. Nomor yang digunakan pelaku bukan merupakan nomor handphone beliau. Kejadian ini terjadi saat pelaksanaan Operasi SAR di Tanjung Buton,” jelas Kukuh.

Kukuh menyayangkan adanya oknum yang memanfaatkan situasi darurat untuk melakukan tindak kejahatan dengan mencatut nama pejabat Basarnas. Menurutnya, Basarnas memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas terkait pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan. Seluruh layanan SAR diberikan kepada masyarakat secara gratis tanpa dipungut biaya.

“Basarnas melaksanakan tugas kemanusiaan dan tidak pernah memungut biaya sepeser pun dalam setiap pelaksanaan Operasi SAR,” tegasnya.

Terkini