PT SPP dan SPM MoU Pendirian Kios Pangan di Seluruh Masjid Paripurna di Pekanbaru

Kamis, 09 Juli 2026 | 14:38:26 WIB
Ketua Pengelola masjid Paripurna Pekanbaru, H Ayat Cahyadi bersama Kadis Ketahanan Pangan Mahyuddin foto bersama Direksi PT SPP Imam dan Direktur SPM Khoirul Basyar.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) melalui anak usahanya, PT Sarana Pangan Madani (SPM) melakukan penandatanganan kesepahaman terkait pengembangan kios pangan di seluruh masjid paripurna yang ada di Kota Pekanbaru.

Kesepahaman tersebut tercapai dalam pertemuan yang dilakukan antara Ketua Pengelola Masjid Paripurna Pekanbaru, H Ayat Cahyadi dengan Direksi PT SPM Khourul Basyar yang juga disaksikan Kadis Ketahanan Pangan (DKP) Pekanbaru, Mahyuddin, Kamis (9/7/2026) siang.

PT SPM nantinya akan menyediakan 5 komoditas pangan seperti beras, gula, minyak goreng, tepung terigu dan telur untuk disediakan di tiap-tiap kios pangan yang ada di setiap masjid paripurna.

''Kami selaku pengelola tentu sangat menyambut baik rencana berdirinya kios pangan di seluruh masjid paripurna yang ada baik di kecamatan maupun di kelurahan,''ungkap H Ayat Cahyadi selepas pertemuan.

Dikatakan Ayat, hadirnya Kios Pangan ini tentunya akan sangat membantu bagi kemakmuran masjid maupun kesejahteraan masyarakat.

''Ya, kan tidak semua masjid  itu mampu membiayai operasionalnya setiap bulan. Dengan adanya Kios Pangan ini nantinya, tentunya akan ada pendapatan yang bisa digunakan untuk mendorong kemakmuran masjid,''ungkap mantan Wakil Wali Kota Pekanbaru dua periode ini.

Dia menjelaskan, untuk tahap awal, pihaknya tidak mematok dimana saja akan didirikan Kios Pangan ini. ''Jadi yang mana yang sudah siap, langsung beroperasi. Kalau sudah ada, tinggal suplai saja,'' kata dia.

Direktur SPM, Khoirul menngungkapkan, untuk menjadi Kios Pangan, tidak ada syarat yang memberatkan, bahkan untuk pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB)-nya, akan didampingi langsung oleh SPM ke DPMPTSP.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, H Mahyuddin mengungkapkan kehadiran Kios Pangan di masjid-masjid paripurna ini tentu saja akan membantu tugas pemerintah, khususnya dalam memastikan distribusi dan ketersediaan pangan secara merata di seluruh kelurahan yang ada.

Selain itu, dengan rantai pasok yang jelas, Pemko Pekanbaru, khususnya Dinas Ketahanan pangan bisa memastikan neraca bahan pangan Kota Pekanbaru secara pasti dan riil yang salah satu sumber datanya berasal dari aplikasi yang diisi oleh tiap-tiap kios.

''Selama ini untuk NBM di Kota kan memang kita kesulitan. Nah, dengan adanya kios pangan ini, akan memudahkan kita mendapatkan data sebenarnya dari ketersediaan pangan di Kota Pekanbaru,'' ungkap Mahyuddin.

Kita harapkan realisasi dari kesepakatan ini bisa segera terealisasi, sehingga dampak dari kerja sama ini akan benar-benar nyata dan bisa dinikmati masyarakat.

Sebagaimana diketahui, SPM sendiri merupakan Badan usaha Milik Pemerintah Kota Pekanbaru yang bergerak di sektor pangan.

BUMD ini baru-baru ini telah mendapatkan persetujuan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk menjadi salah satu unit distribusi untuk minyak goreng Minyakita di Kota Pekanbaru dengan total alokasi per bulan sebanyak 20 ton.

''Jadi minyakita ini baru awal, baru satu komoditas. Nantinya, akan ada lima komoditas yang disediakan dan akan dijual di kios-kios pangan yang dikelola Masjid paripurna,'' kata dia.

''Jadi kita akan lebih mendekatkan lagi komoditas pangan dengan masyarakat dengan berbelanja di kios-kios pangan ini,'' tutup dia.(R04)

Terkini