PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Tim pencari bakat PB Djarum, Yuni Kartika memberikan apresiasi terhadap kualitas peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru, Riau.
Meski kuantitas peserta tidak sebanyak penyelenggaraan pada 2018, mantan pebulutangkis nasional itu menilai bibit-bibit atlet yang tampil tahun ini memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi bagian dari regenerasi bulutangkis Indonesia.
Yuni menegaskan, tujuan utama audisi ini bukan mencari peserta dalam jumlah banyak, melainkan menemukan talenta yang memiliki kemampuan dasar, karakter, dan potensi untuk dibina lebih lanjut di level yang lebih tinggi.
"Kalau bicara Pekanbaru, saya juga ikut saat audisi tahun 2018. Memang secara jumlah lebih banyak waktu itu, tetapi yang kami cari bukan jumlah, melainkan potensi. Saya melihat meskipun pesertanya tidak sebanyak dulu, mereka memiliki kualitas yang menjanjikan. Itu yang membuat kami cukup gembira," ujar Yuni di Angkas Badminton Centre Pekanbaru, Sabtu (11/7/2026).
Yuni mengatakan, perkembangan pembinaan bulutangkis di luar Pulau Jawa menjadi salah satu hal yang paling menggembirakan dalam audisi kali ini. Menurutnya, sejumlah klub daerah kini telah memiliki pola pembinaan yang semakin baik sehingga mampu melahirkan atlet dengan teknik dasar yang sesuai standar.
"Kami juga melihat potensinya bukan hanya dari klub-klub di Jawa. Klub-klub di luar Jawa juga menjadi perhatian kami. Itu menunjukkan ekosistem bulutangkis di daerah tetap berjalan dengan baik. Ini tentu menjadi hal yang sangat positif untuk masa depan bulutangkis Indonesia," katanya.
Yuni menjelaskan, tim pencari bakat PB Djarum memiliki sejumlah indikator dalam menilai seorang atlet muda. Tidak hanya kemampuan memukul kok, tetapi juga efektivitas pergerakan, kualitas pukulan, hingga karakter saat bertanding.
"Kami melihat pergerakan kakinya, apakah efisien atau tidak. Lalu feeling pukulannya, karena ada anak yang memang punya bakat alami. Selain itu kami juga melihat karakter bermain, bagaimana dia berpikir di lapangan, menyelesaikan masalah sendiri, dan tetap fokus saat menghadapi pertandingan. Hal-hal seperti itu menjadi nilai penting dalam proses seleksi," jelasnya.
Di sisi lain, Yuni mengingatkan bahwa menjadi atlet berprestasi membutuhkan proses panjang yang harus dijalani dengan disiplin dan konsisten. Karena itu, sejak awal tim pelatih selalu memberikan gambaran mengenai tantangan yang akan dihadapi apabila lolos menjadi atlet PB Djarum.
"Kami selalu sampaikan kepada anak-anak bahwa perjalanan ini tidak mudah. Mereka harus siap menjalani latihan setiap hari, bersaing secara sehat, dan terus meningkatkan kualitas. Prestasi tidak datang secara instan, tetapi melalui proses yang panjang," ungkapnya.
Menurutnya, dukungan orang tua juga menjadi faktor penting dalam membentuk atlet berprestasi. Orang tua diharapkan memahami karakter anak masing-masing sehingga mampu memberikan motivasi yang tepat selama proses pembinaan.
"Setiap anak berbeda. Ada yang perlu terus disemangati, ada juga yang justru berkembang ketika diberi kesempatan berpikir sendiri. Karena itu orang tua harus benar-benar mengenal karakter anak agar bisa mendampingi mereka dengan cara yang tepat," katanya.
Yuni juga memberikan pesan kepada para pelatih di daerah agar terus memperkuat fondasi teknik dasar atlet sejak usia dini. Baginya, pembinaan yang benar akan menjadi bekal penting ketika atlet melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
"Yang paling penting adalah teknik dasar yang benar dan latihan fisik yang sesuai usia. Kalau fondasinya sudah kuat, ke depannya atlet akan lebih mudah berkembang. Saya melihat banyak klub di luar Jawa sudah mengarah ke sana dan itu merupakan perkembangan yang sangat baik," ujarnya.
Menghadapi perkembangan bulutangkis modern, Yuni menilai pembinaan atlet juga harus mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan. PB Djarum pun mulai mengembangkan pendekatan sport science untuk membuat latihan lebih efektif sekaligus mengurangi risiko cedera.
"Kami sedang menyusun modul sport science yang sesuai dengan karakter atlet Indonesia. Harapannya, pembinaan bisa semakin efektif sehingga atlet-atlet kita mampu terus bersaing di level dunia," tukasnya.
Potensi yang muncul dari Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru menjadi sinyal positif bahwa regenerasi bulutangkis Indonesia terus berjalan.
Dengan pembinaan yang tepat dari klub, pelatih, dan dukungan keluarga, bibit-bibit muda dari berbagai daerah memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi atlet yang mengharumkan nama Indonesia di masa depan.(min)