PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru, Mahyuddin memimpin rapat koordinasi pembentukan kios pangan di seluruh masjid paripurna yang ada di Kota Pekanbaru, Kamis (16/7/2026).
Dalam rapat yangjuga dihadiri Koordinator Masjid paripurna H Ayat Cahyadi itu, Kadis Ketahanan Pangan Mahyuddin mengungkapkan pembantukan kios pangan di masjid-masjid paripurna bisa menjadi salah satu solusi untuk memakmurkan masjid lewat kelembagaan usaha, sembari membantu masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan keluarga dengan harga yang lebih murah.
Selain itu, pembentukan kios pangan ini juga membantu pemerintah dalam upaya mendorong stabilisasi harga dan pemerataan distribusi pangan di tengah masyarakat.
Mahyuddin mengungkapkan, ide ini sebenarnya sudah pernah dia alami sendiri saat momen Covid 19 beberapa tahun lalu, di mana, untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan keluarga pihaknya melalui masjid menyediakan beras, gula, minyak goreng bagi masyarakat yang saat itu dalam masa pembatasan.
''Upaya tersebut, sebut Mahyuddin ternyata berhasil membantu masyarakat, sehingga tidak perlu berbelanja jauh ke pasar pada saat itu. Selepas beribadah di masjid, mereka bisa berbelanja,''ungkap Mahyuddin.
Ternyata, inisiasi ini bukan saja berhasil membantu masyarakat, namun juga memberikan penghasilan yang bisa digunakan untuk membiayai aktivitas masjid.
''Dari sana, ide ini bermula,''ungkap Mahyuddin.
Dikatakan Mahyuddin, beberapa waktu lalu, pihaknya bersama Direksi PT Sarana Pembangunan Pekanbaru dan PT Sarana Pangan Madani (SPM) sempat berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perindag provinsi Riau supaya Pekanbaru bisa mendapatkan kuota untuk Minyakita.
Dari pertemuan tersebut, Disperindag memberikan alokasi Minyakita untuk tiap daerah di Riau, termasuk di Kota Pekanbaru sebanyak 20 ton per bulan.
Dan untuk pengadaannya, maka ditunjuklah PT SPM sebagai perusahaan yang bertindak sebagai Distributor.
Nah,sebagai tindaklanjutnya, pihaknya mempertimbangkan bagaimana supaya masjid paripurna bisa berperan dalam membantu pemerintah dalam memastikan meratanya distribusi Minyakita dan menekan harga di tingkat pedagang.
''Masjid Parpurna ini secara kelembagaannya sudah ada di seluruh kecamatan, juga ada di kelurahan-kelurahan. Artinya, posisinya lebih dekat dengan masyarakat,''kata dia.
Namun begitu, karena perannya untuk memudahkan masyarakat dalam membeli, maka, pemerintah punya patokan, salah satunya bahwa Minyakita ini tidak boleh dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
''untuk minyakita HET nya Rp15.700, dan nanti kios pangan yang ada akan mendapatkan harga di bawah itu supaya bisa menjual sesuai HET,'' kata dia.
Nah, untuk mendukung kemudahan setiap kios pangan di Masjid Paripurna berdiri, pihaknya juga sudah menggandeng DPMPTSP supaya membantu percepatan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi kios-kios pangan di tipa masjid.
Senada dengan Mahyuddin, Ayat Cahyadi yang merupakan Koordinator Masjid Paripurna se Kota Pekanbaru mengapresiasi langkah yang telah diambil antara Dinas ketahanan Pangan Kota Pekanbaru dan PT SPM.
''Dengan kolaborasi ini, diharapkan bukan cuma membantu pemerintah, khususnya untuk menekan lonjakan harga, juga bisa membangun kemandirian masjid lewat amal usaha,'' ungkap Ayat.
Pihaknya sudah beberapa kali membaca draf kerja sama untuk pengembangan kios pangan di masjid paripurna ini. Dan dia mengajak supaya bisa segera terealisasi.
Sementara itu, Khoirul Basyar, Direktur PT SPM mengungkapkan, saat ini, pihaknya sudah memulai langkah-langkah pendahuluan untuk persiapan administrasi pembentukan kios pangan.
''Saat ini, dari formulir yang kita kirimkan, sudah ada 16 masjid paripurna yang berniat mendirikan kios pangan. Dan dengan pertemuan hari ini, kita kembali membuka kepada pengelola untuk bersama-sama,''kata dia.
Untuk NIB, pihaknya sudah mengirimkan Formulir untuk diisi sesuai kebutuhannya, dan nanti seluruhnya akan difasilitasi untuk diproses melalui DPMPTSP Pekanbaru.
Khoirul juga menjelaskan, tiap-tiap kios pangan yang bekerja sama akan mendapatkan alokasi penjualan untuk beberapa komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, gula, tepung dan lainnya.
Pada umumnya, pengelola masjid paripurna tampak sangat antusias terkait rencana ini. Bahkan, di antara mereka bahkan, tampak sangat siap untuk mendukung terwujudnya kios pangan ini.(R04)