PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Pembangunan daerah yang berkelanjutan memerlukan kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat agar setiap program mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Sinergi antarpemerintah, akademisi, dunia usaha, dan organisasi masyarakat menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.
Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau, M Job Kurniawan, mengatakan saat ini Pemerintah Provinsi Riau tengah mengakselerasi berbagai program pembangunan yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan memiliki peran penting dalam menyukseskan agenda tersebut.
"Dapat kami sampaikan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi Riau tengah melakukan akselerasi pembangunan sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Dengan begitu sinergitas bersama dapat kita jadikan satu tujuan selaras, yaitu mewujudkan visi Riau yang Berdaya Saing, Sejahtera, Berkeadilan, dan Berbudaya Melayu," katanya di Pekanbaru, Sabtu (18/07/2026).
Dijelaskan, keberhasilan mewujudkan visi pembangunan daerah tidak dapat bertumpu kepada pemerintah semata. Karena itu, keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk organisasi alumni seperti KAGAMA, dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat kemajuan Provinsi Riau.
"Kami sangat menyadari bahwa keberhasilan agenda besar tersebut tidak mungkin dicapai oleh pemerintah daerah sendirian. Diperlukan sinergi total dari seluruh pemangku kepentingan termasuk perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi profesi, dan organisasi alumni seperti KAGAMA yang memiliki kapasitas intelektual dan akar sejarah yang sangat kuat," jelasnya.
Ia juga menyoroti capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Riau yang terus menunjukkan perkembangan positif. Namun, menurutnya, capaian tersebut tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri karena masih terdapat tantangan yang harus dihadapi bersama.
"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Riau pada tahun 2025 yang lalu berada di angka 76,31. Capaian ini tentu perlu kita syukuri, tetapi di sisi lain hal tersebut justru harus menjadi pengingat yang kuat bagi kita bersama untuk melakukan kolaborasi," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan Riau memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar dan menjadi modal penting dalam pembangunan. Akan tetapi, potensi tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu menciptakan nilai tambah bagi daerah.
"Alhamdulillah Riau dikaruniai potensi sumber daya alam yang luar biasa mulai dari sumber minyak yang berlimpah, hamparan sawit yang sangat luas, komoditas sagu, kelapa, hingga kekayaan kehutanan. Namun, itu semua tidak akan ada artinya jika kita tidak berupaya sungguh-sungguh untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)," tuturnya.
Diterangkan, pembangunan ke depan harus diarahkan pada penguatan inovasi dan transformasi ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas. Dengan demikian, daya saing Riau tidak hanya bergantung pada kekayaan alam, tetapi juga pada kualitas manusianya.
"Oleh karena itu, kita harus menguatkan inovasi, melakukan transformasi ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja yang berkualitas ke depan. Daya saing daerah tidak lagi ditentukan oleh kekayaan alam semata, melainkan oleh kemampuan kita membangun manusia yang unggul," pungkasnya.