Merawat Ingatan, Mendoakan Pejuang, Tradisi Ziarah Makam Leluhur LAMR Bengkalis Jelang Hari Jadi

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:09:13 WIB

BENGKALIS (RIAUSKY.COM) - Selasa 28 Juli 2026, udara Pulau Bengkalis terasa sedikit berbeda. Di balik riuk semilir angin pesisir dan terik matahari yang pelan-pelan merangkak naik, ada sebuah keheningan yang syahdu. Langkah-langkah kaki rombongan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis berderap perlahan, membawa misi mulia merawat ingatan sejarah dalam rangka Hari Jadi ke-514 Negeri Junjungan.

Bagi LAMR Bengkalis, merayakan usia lebih dari lima abad bukan sekadar pesta kemeriahan. Ada utang rasa kepada mereka yang telah mendahului. Merekalah para tokoh, pejuang, dan pemangku adat yang telah memeras keringat serta menanamkan pondasi kokoh bagi bumi Bengkalis.

Sekitar pukul 08.00 WIB, perjalanan spiritual itu dimulai. Destinasi pertama menyasar ke pemakaman keluarga di Jalan Kelapapati Laut. Di sanalah peristirahatan terakhir sang pejuang, H. Abdullah Nur bin Muhammad Nur. Rombongan bergeming di samping pusara. Tangan-tangan terangkat, dan lantunan tahlil serta doa yang dipimpin oleh Muhammad Sidik bergema pelan, memecah kesunyian pagi. Air suci disiramkan, kelopak bunga warna-warni ditabur dengan lembut oleh pengurus LAMR dan pihak keluarga, sebuah simbol rasa hormat yang tak akan pernah pudar oleh waktu.

Selesai di titik pertama, rombongan bergerak tak jauh dari lokasi awal, menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Masjid Jami’ Kelapapati Laut. Di sana, pusara tokoh-tokoh penting seperti Encik Thohir Nontel bin Encik Nontel, H. Zahari bin H. Zainal Abidin, serta H. Sulaiman bin H. Sulung Zakaria menanti. Dipimpin oleh Muhammad Isnaini, doa tahlil kembali dilangitkan. Setiap helai bunga yang jatuh di atas tanah makam seolah membawa pesan bahwa jasa-jasa mereka tetap abadi dalam benak masyarakat Bengkalis.

Matahari mulai meninggi dan menyengat kulit, namun semangat rombongan tak sedikit pun surut. Perjalanan dilanjutkan menuju TPU Syarikatul Ihsan di Kelapapati Tengah. Titik ini menyimpan kenangan mendalam, sebab di sinilah bersemayam almarhum H. Zainuddin Yusuf bin Muhammad Yusuf, sosok yang semasa hidupnya mendedikasikan diri sebagai Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Bengkalis. Di bawah kepemimpinan doa Affan Zahidi, lantunan tahlil terasa begitu emosional, mengenang kembali keteladanan sang tokoh adat.

Perjalanan ziarah pagi hingga siang itu akhirnya purna di TPU Taman Kota Layu, kawasan Rimba Sekampung. Di peristirahatan terakhir H. M. Noer Yaman bin M. Nomel, Buya Amrizal memimpin doa penutup yang menggetarkan hati.

Tampak hadir memimpin langsung rombongan ziarah tersebut Ketua MKA LAMR Bengkalis H. Ilham Noer, Ketua DPH Syaukani Alkarim, Sekretaris DPH Abdul Vattah, serta jajaran pengurus LAMR Bengkalis lainnya yang setia mengikuti setiap tahapan prosesi.

Ziarah ini bukan sekadar tradisi tahunan jelang hari jadi negeri. Lebih dari itu, ia adalah jembatan emosional antara masa lalu dan masa kini. Di usia ke-514 tahun Bengkalis, langkah kaki para pengurus LAMR di antara nisan para leluhur menjadi pengingat yang bijak, bahwa negeri yang besar adalah negeri yang tak pernah lupa mendoakan dan merawat jejak para pembukanya.

Terkini