PEKANBARU (RIAUSKY.COM) – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dekranasda Provinsi Riau, Adrias Hariyanto, menilai bahwa Provinsi Riau sebenarnya tidak kekurangan potensi untuk mengembangkan industri wastra.
Sebab, Riau memiliki warisan budaya Melayu yang kaya dengan beragam motif dan teknik tenun maupun batik yang telah menjadi identitas daerah.
“Kita di Riau ini mempunyai budaya Melayu yang kuat, perajin yang masih bertahan, desainer kreatif, hingga dukungan industri sudah dimiliki. Yang menjadi tantangan kita sekarang adalah seluruh kekuatan dapat diintegrasikan agar mampu menciptakan nilai tambah bagi daerah,” ucap Adrias Hariyanto, saat membuka Musprov BPD API Riau, di salah satu Hotel di Pekanbaru, pada Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian bersama agar wastra Riau tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu menjadi produk yang memiliki daya saing tinggi.
Pertama, kualitas produk harus terus ditingkatkan. Adrias mengatakan, perhatian tidak hanya tertuju pada motif atau desain, tetapi juga konsistensi mutu, kemasan, penetapan harga, perlindungan motif dan merek, hingga kemampuan memenuhi pesanan tepat waktu.
"Kualitas menjadi modal utama agar produk wastra Riau bisa bersaing di pasar yang semakin kompetitif," terangnya.
Kedua, ia menilai seluruh pelaku di sektor wastra harus lebih banyak berkolaborasi. Perajin, desainer, industri, akademisi, hingga pasar tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri.
“Wastra Riau harus tetap mempertahankan identitas Melayu, namun mampu mengikuti selera dan kebutuhan konsumen saat ini,” sebut Adrias.
Hal lain yang tak kalah penting, yakni memperluas pemasaran sekaligus menyiapkan regenerasi. Adrias Hariyanto menegaskan, keberhasilan pengembangan wastra tidak cukup diukur dari banyaknya pameran yang diikuti.
"Yang lebih penting adalah apakah pesanan meningkat, pendapatan perajin bertambah, lapangan kerja tercipta, dan semakin banyak anak muda yang tertarik menekuni bidang ini," ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Dekranasda Riau siap memperkuat kurasi produk, pendampingan, promosi, hingga membangun jejaring antarkabupaten dan kota di Provinsi Riau.
“Saya harap API Riau mampu menjadi jembatan yang menghubungkan desainer, perajin, industri, dan kebutuhan pasar,” kata Adrias.
Pada kesempatan tersebut ia juga mengingatkan bahwa Musprov yang dilaksanakan oleh BPD API Riau ini, bukan hanya sekadar memilih ketua baru saja. Namun, jauh lebih penting adalah melahirkan kepengurusan yang solid dengan program kerja yang benar-benar memberi manfaat bagi anggota dan kemajuan industri wastra Riau.
"Pemimpin dalam organisasi itu penting, namun yang lebih penting adalah kemana arah organisasi ini akan berlayar dan manfaat apa saja yang bisa dirasakan anggotanya," tandasnya.