Mayoritas Indikator Mutu RSUD Tengku Rafi'an Siak Lampaui Target Nasional

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:12:17 WIB

SIAK (RIAUSKY.COM)— UPTD RSUD Tengku Rafi'an Kabupaten Siak merilis capaian Indikator Nasional Mutu (INM) Semester I 2026 yang menunjukkan mayoritas indikator pelayanan telah memenuhi target nasional. Namun, waktu tunggu pelayanan rawat jalan masih menjadi pekerjaan rumah yang akan dibenahi manajemen rumah sakit.

Laporan yang dipublikasikan Komite Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) untuk periode Januari–Juni 2026 itu menjadi bentuk transparansi kepada publik sekaligus bahan evaluasi peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.

Dari 13 indikator yang dievaluasi berdasarkan standar Kementerian Kesehatan, sejumlah indikator mencatatkan hasil positif. Pelaporan hasil kritis laboratorium mencapai 100 persen selama enam bulan berturut-turut, sementara kepatuhan identifikasi pasien mendekati 100 persen dan kepatuhan pencegahan risiko pasien jatuh mencapai rata-rata 99,87 persen.

Pada pelayanan medis, waktu tanggap operasi seksio sesarea emergensi tercatat melampaui target nasional sebesar 80 persen. Angka penundaan operasi elektif juga berhasil dipertahankan di bawah ambang batas maksimal 5 persen. Selain itu, kepatuhan terhadap Clinical Pathway dan Formularium Nasional tetap berada di atas target yang ditetapkan.

Dari sisi kepuasan masyarakat, RSUD Tengku Rafi'an mencatat tingkat kepuasan pasien sebesar 81,49 persen, melampaui target nasional sebesar 76,61 persen.

Meski demikian, indikator waktu tunggu pelayanan rawat jalan masih belum mencapai target. Selama Semester I 2026, capaian indikator tersebut berada pada kisaran 59,30 persen hingga 68,68 persen, masih di bawah target nasional sebesar 80 persen.

Manajemen rumah sakit menyebut belum optimalnya capaian tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya manusia, tingginya jumlah kunjungan pasien, keterlambatan kedatangan dokter, serta proses rekam medis yang masih perlu ditingkatkan.

Selain itu, kepatuhan kebersihan tangan petugas tercatat rata-rata 83 persen, sedikit di bawah target 85 persen, sedangkan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) mencapai 91,98 persen, masih di bawah target 100 persen.

Plt. Direktur UPTD RSUD Tengku Rafi'an, dr. Enny Hariyati, mengatakan seluruh capaian indikator tersebut telah dilaporkan melalui aplikasi SIMAR Kementerian Kesehatan dan akan menjadi dasar penyusunan langkah perbaikan.

“Kami berkomitmen meningkatkan indikator yang belum memenuhi target melalui optimalisasi alur pelayanan, penataan jadwal praktik dokter, penguatan supervisi penggunaan APD, serta pemantauan mutu secara berkelanjutan guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” ringkas, Enny.(R08)

Terkini