BPS Catat Impor Riau Melonjak, Prancis dan Tiongkok Jadi Negara Pemasok Utama

Senin, 03 Agustus 2026 | 19:29:53 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat nilai impor Riau sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai US$1,875 miliar atau meningkat 129,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan tersebut terutama didorong meningkatnya impor nonmigas, dengan Prancis menjadi negara pemasok terbesar dan komoditas kapal terbang beserta bagiannya mencatat kenaikan paling signifikan.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Statistik Distribusi dan Jasa BPS Provinsi Riau, Dr Fitri Hariyanti, SST MM, saat merilis Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Riau, Senin (3/8/2026).

Fitri menjelaskan, nilai impor nonmigas selama semester I 2026 mencapai US$1,797 miliar atau naik 134,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara impor migas tercatat sebesar US$77,26 juta atau meningkat 54,77 persen.

"Total nilai impor Riau Januari hingga Juni 2026 mencapai US$1,875 miliar atau naik 129,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan impor nonmigas maupun migas," ujarnya.

Dari sisi negara asal barang, Prancis menjadi pemasok terbesar impor nonmigas Riau dengan nilai mencapai US$784,44 juta atau berkontribusi 43,63 persen terhadap total impor nonmigas. Posisi berikutnya ditempati Tiongkok sebesar US$195,86 juta (10,89 persen) dan Vietnam sebesar US$143,45 juta (7,98 persen).

"Selain itu, kontribusi impor nonmigas dari kawasan ASEAN mencapai US$329,89 juta atau 18,35 persen, sedangkan Uni Eropa menyumbang US$913,75 juta atau 50,83 persen dari total impor nonmigas Riau," jelasnya.

Menurut Fitri, peningkatan impor dari Prancis menjadi yang paling mencolok, yakni naik US$781,35 juta atau 25.306,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain Prancis, impor dari Tiongkok meningkat US$66,92 juta atau 51,89 persen, sedangkan Vietnam naik US$54,82 juta atau 61,85 persen.

"Dari sisi komoditas, golongan kapal terbang dan bagiannya menjadi penyumbang kenaikan terbesar. Nilai impornya melonjak sebesar US$779,41 juta atau 54.918,49 persen dibandingkan Januari–Juni 2025," jelasnya.

Selain itu, impor kayu dan barang dari kayu meningkat US$82,83 juta, mesin serta peralatan listrik naik US$58 juta, pupuk bertambah US$37,49 juta, bahan kimia anorganik naik US$26,96 juta, bahan kimia organik meningkat US$24,60 juta, garam, belerang dan kapur naik US$15,85 juta, serta gandum-ganduman bertambah US$11,27 juta.

"Sebaliknya, dua kelompok komoditas mengalami penurunan, yakni bubur kayu (pulp) yang turun US$28,69 juta atau 30,28 persen, serta mesin-mesin dan pesawat mekanik yang berkurang US$1,32 juta atau 1,61 persen," ungkapnya.

Sementara itu, nilai impor Riau pada Juni 2026 tercatat sebesar US$247,18 juta atau meningkat 77,05 persen dibandingkan Juni 2025. Kenaikan tersebut didorong impor nonmigas yang mencapai US$239,82 juta atau naik 77,16 persen, sedangkan impor migas meningkat 73,36 persen menjadi US$7,36 juta.

Berdasarkan golongan penggunaan barang, barang modal menjadi penyumbang terbesar impor Riau selama Januari–Juni 2026 dengan nilai US$937,66 juta atau 50,01 persen dari total impor.

Disusul bahan baku dan penolong sebesar US$933,65 juta atau 49,79 persen, sedangkan barang konsumsi hanya US$3,69 juta atau sekitar 0,20 persen dari total impor. 

Terkini