PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dinilai belum cukup jika belum memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Riau terus mendorong agar setiap capaian pertumbuhan ekonomi mampu berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan pelayanan publik, serta pembangunan infrastruktur yang merata.
Hal tersebut disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Helmi D, saat menghadiri rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau di Pekanbaru, Rabu (5/8/2026).
Menurut Helmi, pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur kemajuan pembangunan suatu daerah. Namun, indikator tersebut tidak boleh dipandang sebatas angka statistik, melainkan harus menjadi gambaran nyata meningkatnya kualitas hidup masyarakat.
"Pertumbuhan ekonomi yang baik akan menghasilkan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan infrastruktur dan layanan publik. Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi bukan hanya sekadar angka-angka statistik, melainkan cerminan kesejahteraan masyarakat," ujar Helmi.
Ia mengatakan, untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dibutuhkan perencanaan yang matang, kebijakan yang tepat, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat perlu berkolaborasi dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, mendorong inovasi, dan meningkatkan daya saing daerah.
Helmi menilai, tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi, globalisasi, serta perubahan lingkungan. Kondisi tersebut harus direspons dengan memaksimalkan potensi daerah, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam, agar pertumbuhan ekonomi yang tercipta bersifat inklusif dan berkelanjutan.
"Peluang dan tantangan itu harus kita jawab dengan kebijakan yang tepat. Kita harus mampu memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," katanya.
Ia menambahkan, Pemprov Riau terus menjalankan berbagai program yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Upaya tersebut antara lain melalui penyaluran bantuan sosial, bantuan keuangan khusus, dukungan permodalan bagi pelaku usaha, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, Helmi menyoroti besarnya potensi sektor perkebunan kelapa sawit sebagai salah satu penggerak utama perekonomian Riau. Menurutnya, program peremajaan (replanting) kelapa sawit dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan produktivitas sektor perkebunan. Namun, keberhasilannya juga perlu didukung oleh ketersediaan sarana produksi, termasuk pemenuhan kebutuhan pupuk.
Dalam kesempatan tersebut, Helmi juga mengapresiasi konsistensi BPS Provinsi Riau dalam menghadirkan data statistik yang akurat, objektif, dan kredibel. Menurutnya, data tersebut menjadi referensi penting bagi pemerintah dalam mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus menyusun kebijakan yang tepat sasaran.
"Kami berharap BPS terus menghadirkan data statistik yang berkualitas sehingga dapat menjadi rujukan, tidak hanya bagi Pemerintah Provinsi Riau, tetapi juga pemerintah kabupaten dan kota. Data tersebut akan menjadi catatan penting bagi kami dalam melakukan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan pembangunan ke depan," tutupnya.