SIAK (RIAUSKYCOM)- Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur", bicara perayaan hari ulang tahun, tidak terlepas dari semangat anak bangsa dalam mengisi kemerdekaan.
Jika pahlawan dulu berjuang melawan, mengusir para penjajah dari bumi Pertiwi, namun setelah merdeka anak bangsa juga berjuang bagaimana mengisi kemerdekaan, pengabdian lewat profesi yang dilakoni di setiap aspek kehidupan.
Tak terkecuali kiprah para petani yang berjuang meningkatkan produksi padi dan target swasembada pangan 2026. Karena itu, petani dapat dikatakan sebagai pahlawan pangan.
Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan, perjuangan para petani di Kabupaten Siak tidak mudah, tantangan meningkatkan produktivitas padi. Di tengah keterbatasan suplai air ke sawah, petani juga dihadapkan dengan musim kemarau hingga tantangan perluasan peluang pasar.
"Melihat kondisi tersebut, kami terus berupaya memastikan bagaimana padi tetap basah, melalui Dinas Pertanian berkoordinasi dengan Gapoktan melakukan upaya pendampingan petani agar mereka tidak berjalan sendiri," kata Afni, Kamis (6/8/2026).
Afni mengatakan, berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari pendampingan, peningkatan produktivitas, penggunaan teknologi pertanian, penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga mencarikan jalan keluar atas persoalan yang dihadapi petani di lapangan.
Dirinya juga berpesan, kemerdekaan bukan hanya soal perayaan setiap 17 Agustus. Tetapi, masyarakat harus benar-benar merasakan manfaat pembangunan, termasuk para petani yang setiap hari ikut menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat melalui ketahanan pangan nasional.
"Di usia ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kami ingin makna kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat, termasuk petani. Mereka harus mendapat perhatian, pendampingan, dan kesempatan untuk terus berkembang," kata Afni.
Salah satu upaya itu dilakukan di Kecamatan Bunga Raya, salah satu sentra produksi padi di Kabupaten Siak. Selain mendampingi petani agar hasil panen meningkat melalui penerapan teknologi pertanian seperti smart farming, pemerintah juga terus mencari solusi bersama dinas terkait untuk mengatasi persoalan air yang masih menjadi tantangan saat musim kemarau.
Perhatian juga diberikan kepada petani sawit swadaya. Saat harga tandan buah segar (TBS) turun dan berdampak pada pendapatan petani, Pemkab Siak mengingatkan seluruh pihak agar menjaga stabilitas harga dan tidak melakukan praktik yang bisa merugikan petani.
Pemkab Siak juga masih berjuang bagaimana petani Siak memiliki peluang pasar yang lebih luas bagi hasil produksi mereka. Salah satunya dengan mengupayakan agar produk pertanian lokal bisa masuk ke rantai pasok kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga hasil panen petani punya peluang nilai tambah.
Tak hanya itu, Pemkab Siak juga mulai mendorong lahirnya lebih banyak petani milenial. Harapannya, semakin banyak generasi muda yang tertarik terjun ke dunia pertanian dan mampu mengelola usaha tani.
"Petani adalah bagian penting dalam menjaga pangan kita. Petani tidak boleh berjalan sendiri. Selama masih ada persoalan yang mereka hadapi, pemerintah akan terus hadir, mendengar, dan mencari solusi bersama," ujar Afni.
Bagi Pemkab Siak, menjaga petani bukan hanya soal menjaga hasil panen. Lebih dari itu, menjaga petani berarti ikut menjaga ketahanan pangan sekaligus masa depan masyarakat Kabupaten Siak.(R08)