Terobosan Ketua RT di Pekanbaru, Sulap Lahan Tidur Jadi Peluang Bisnis Lewat Ternak Puyuh

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:21:03 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Terobosan yang dilakukan oleh pengurus RT di Pekanbaru Riau kali ini patut diapresiasi. Bagaimana tidak, pengurus RT memanfaatkan lahan tidur untuk ternak puyuh dalam meningkatkan pendapatan RT dan ketahanan pangan.

Ternak puyuh, menjadi salah satu pilihan pengurus Ketua RT 01, RW 10 di Kelurahan Sialangmunggu, Pekanbaru. Sejak terpilih pada akhir Maret lalu, pengurus langsung tancap gas melakukan berbagai terobosan.

Layaknya badan usaha milik desa (BUMDes) atau badan usaha milik daerah (BUMD), pengurus putar otak mencari peluang bisnis demi mencari sumber pendapatan untuk RT. Setidaknya, ada peluang bisnis yang bisa dikelola untuk kegiatan masyarakat.

Di lahan tidur seluas 30x50 meter, pengurus membuat kandang puyuh dengan kapasitas 2.000 ekor. Lahan dikelola oleh kelompok untuk peternakkan hingga pertanian melalui Program BAPAKU RT.

BAPAKU RT adalah singkatan dari Bantuan Pangan, Kesejahteraan, Kesehatan dan UMKM. Program ini menyesuakan kondisi sosial, budaya di lingkungan tersebut yang dihuni ratusan kepala keluarga.

Ketua RT terpilih, Soleman menilai program dijalankan tak harus menunggu pelantikan. Soleman bersama pengurus mengandeng warga terlibat langsung dalam pengelolaan ternak puyuh.

Hasilnya, ternak yang semula diragukan itu kini mulai membuahkan hasil. Bagaimana tidak, 3 bulan berjalan ternak puyuh mulai memberikan dampak positif.

"Alhamdulillah, kita mulai start bulan Maret lalu. Kita mulai saat kondisi sedang 'krisis'," kata Soleman saat berbincang.

Krisis yang dimaksud adalah peluang ternak puyuh dimulai saat kondisi harga telur lagi anjlok. Ya, saat itu harga telur anjlok hingga harga 28-30 ribu perpapan di Pekanbaru.

Tekad dan mental yang kuat membawa tim terus bertahan. Terlebih, peluang itu terlihat dengan tingginya permintaan di Pekanbaru untuk kebutuhan telur puyuh.

Hampir 2 bulan bertahan dengan harga tak stabil, kini kelompok yang dibentuk itu pun mulai bangkit. Dari awal hanya 500 ekor, saat ini sudah mencapai 2.000 ekor puyuh petelur.

"Alhamdulillah sekarang sudah ada sekitar 2.000 ekor. Dikelola oleh warga kita juga di sini," kata Soleman menunjukkan kandang peternaknya.

Lewat ribuan populasi itu, Soleman optimis ternak puyuh bisa memberikan tambahan penghasilan RT. Khususnya untuk kegiatan sosial di lingkungan RT Komplek Trans Jasa Industri.

Tak sampai disitu, pihaknya juga kini mulai mengembangkan ke sektor pertanian. Dia yakin, program terintegrasi itu bisa menjadi peluang bisnis dalam peningkatan UMKM.

"Telur puyuh sekarang kita suplai ke UMKM sekitar. Ada juga kohe atau kotoran, setelah kami pelajari ini juga bisa menjadi peluang bisnis diolah jadi pupuk organik. Makanya ini kami sedang kembangkan tanam cabai," katanya.

Dalam pengelolaan ternak, Soleman telah membagi tugas. Ada anak buah kandang (ABK), hingga distribusi hasil panen ke pelaku UMKM.

"Untuk ABK kita manfaatkan warga sekitar, ada lansia juga. Kita ingin keberadaan dari ternak ini juga bisa memberi penghasilan tambahan selain manfaat sosial tadi," kata pria yang akrab disapa Kang Leman.

Lewat program itu, Soleman juga memiliki keyakinan kegiatan yang dijalankan tidak selalu berpangku tangan pada pihak ketiga. Khususnya kegiatan sosial, kepemudaan dan keagamaan di lingkungan Kompek Trans Jasa Industri tempat unit usaha itu dijalankan.

Kini, jelang pelantikan pengurus RT pada 9 September mendatang oleh Wali Kota Agung Nugroho pihaknya mematangkan berbagai persiapan. Termasuk membuka peluang pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai media tanam.

"Saat ini pertanian kita buat pot dari galon isi ulang bekas. Ini memanfaatkan barang bekas agar lebih bermanfaat," kata Leman.

Terkini